alexametrics

Malu Disebut Politisi

loading...
Malu Disebut Politisi
Moh Mahfud MD. Foto/Istimewa
A+ A-
Moh Mahfud MD

Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN)



Ketua MK (2008-2013)

 

“Sedang sarapan di Hotel Four Points Medan tiba-tiba ada yang menyalami, ‘Wah, tokoh politisi kita,’ katanya. Entah mengapa saya malu disebut politisi.”

 

ITULAH cuitan pagi pertama saya, Kamis (12/7/17) dua hari lalu. Saat itu saya sedang berada di Medan, menginap di Hotel Four Points, dan pada saat breakfast saya didatangi banyak orang yang menyapa dan meminta berfoto.

Nah di antara mereka yang menyapa saya itu ada yang mengatakan, “Wah, tokoh politisi kita.“ Maka setelah masuk ke kamar, saya share cuitan di atas ke akun Twitter saya.

Karena untuk setiap cuitan hanya dijatah dengan 140 huruf, penjelasannya saya jadikan cuitan kedua: “Saya pernah jadi politisi dan bangga sebagai politisi. Tapi entah mengapa, sekarang ini kalau disebut tokoh politisi kok malu. Mungkin saya baper saja.”

 

Cuitan saya itu mendapat respons dari kawan baik saya yang kini menjadi ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada yang bercuit, “Soekarno-Hatta pun politisi. Banyak akademisi, aktivis, dan media merendahkannya. Padahal banyak yang bertingkah sebagai politisi.”

Cuitan Aidul seakan menegaskan pendapat saya bahwa menjadi politisi tidaklah jelek dan tidak perlu merasa malu karena tokoh-tokoh besar seperti Soekarno, Hatta, Sahrir yang dikenal sebagai pahlawan bangsa itu adalah juga politisi.

 

Sebenarnya dari dua cuitan saya pun sudah jelas bahwa kita tidak perlu takut atau malu menjadi politisi. Yang saya ungkapkan dalam cuitan itu adalah adanya rasa malu bagi saya kalau disebut politisi sekarang dan dalam lingkup arti tertentu sebagaimana dipahami oleh orang awam. Makanya saya menulis bahwa dulu saya pernah menjadi politisi dan bangga menjadi politisi, tetapi sekarang kalau disebut politisi terbawa perasaan (baper) dan malu.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak