alexa snippet

Setya Novanto Terus Dikejar KPK, Kerja DPR Tak Terganggu

Setya Novanto Terus Dikejar KPK, Kerja DPR Tak Terganggu
Wakil Ketua DPR Agus Hermanto. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Kerja DPR tidak terganggu dengan upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengejar keterlibatan Ketuanya, Setya Novanto dalam perkara dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Sebab, pimpinan DPR sifatnya kolektif kolegial.

"Sehingga apabila salah satu tidak bisa hadir, tentunya masih memenuhi kuorum," ujar Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Dia mengatakan, suatu rapat paripurna menjadi tidak kuorum jika jumlah pimpinan DPR-nya hanya dua atau seorang. "Kita selalu kuorum bahkan kemarin pada saat rapat paripurna saya sengaja dari Semarang khusus datang karena kalau saya tidak datang, tidak bisa dilaksanakan rapat paripurna," ungkapnya.

Maka itu, dia memastikan bahwa kerja DPR tidak terganggu dengan upaya KPK mengejar keterlibatan Setya Novanto dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun itu.

"Enggak. (Belum lama) itu kebetulan Pak Fahri sama Pak Fadli pas pergi (ke luar negeri) aja. Sehingga menurut kami tidak ada gangguan sama sekali," ungkap politikus Partai Demokrat ini.

Dia menambahkan, yang terpenting dalam melaksanakan sesuatu harus kuorum. "Kalau kurang satu saja tidak menjadi persoalan apabila yang lain stand by," imbuhnya.

Diketahui, pekan lalu Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cepi Iskandar mengabulkan permohonan gugatan praperadilan Setya Novanto. Sehingga, penetapan tersangka Setya Novanto oleh KPK dinyatakan tidak sah.

Namun, KPK tidak menyerah. Lembaga antikorupsi itu berencana menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) Setya Novanto.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top