alexametrics

PKS: Semua Bentuk Pengkhianatan Masa Lalu Harus Jadi Pelajaran

loading...
PKS: Semua Bentuk Pengkhianatan Masa Lalu Harus Jadi Pelajaran
Ilustrasi PKS. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Semua bentuk pengkhianatan dan ancaman terhadap Pancasila dan NKRI di masa lalu harus menjadi pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia.

Hal demikian dikatakan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini dalam seminar yang digelar fraksinya, bertajuk Pancasila dan Integrasi Bangsa.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak mudah diadu domba. Sebaliknya, dia meminta masyarakat terus menjalin persatuan dan kesatuan dengan sesama komponen bangsa.



"Cukup peristiwa itu terjadi di masa lalu dan jangan pernah terulang di masa kini," kata Jazuli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2016).

"Kita tetap waspada terus menjalin persatuan dan kesatuan dengan sesama komponen bangsa utamanya dengan pemerintah dan aparat pertahanan dan keamanan (TNI/Polri)," imbuhnya.

Anggota Komisi I DPR ini mengatakan, seminar itu diselenggarakan dalam rangka memperingati peristiwa G30S PKI sekaligus peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober.

(Baca juga: Penjelasan Polri Terkait Pengajuan 5.000 Senjata)

Adapun tujuannya lanjut dia, untuk mengokohkan nasionalisme dan patriotisme generasi bangsa melalui pemaknaan atas peristiwa sejarah bangsa agar ada ketersambungan sejarah perjuangan bangsa dari masa ke masa.

Dia menambahkan, bangsa ini dibangun dengan pengorbanan yang begitu besar dari para pahlawan dan generasi sebelumnya. "Generasi bangsa saat ini, terutama generasi mudanya, sangat penting mempelajari dan memahami sejarah bangsa," tegasnya.

"Kata Bung Karno Jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Setelah mempelajari diharapkan bisa menghargai lalu mewarisi semangat dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan," tambahnya.
(maf)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak