alexa snippet

Mantan Jubir Gus Dur: KPK Tak Bisa Hanya Andalkan OTT

Mantan Jubir Gus Dur: KPK Tak Bisa Hanya Andalkan OTT
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi. Foto/SINDOnews/Sutikno
A+ A-
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 6 kepala daerah dalam tiga bulan terakhir. Terbaru, KPK melakukan OTT terhadap Wali Kota Cilegon, TB Iman Ariyadi.

Meski berhasil menangkap kepala daerah korup, senjata andalan KPK dalam memberantas korupsi melalui OTT ini dikritik.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi mengatakan, KPK tidak bisa mengandalkan OTT untuk perangi korupsi yang sudah terstruktur dan masif di Indonesia.

"Korupsi di Indonesia terstruktur, sistematis dan masif. Tidak bisa hanya andalkan OTT," kata Adhie di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/9/2017).

Untuk menghadapi pejabat atau Kepala daerah korupsi, Adhie mendorong KPK untuk memaksimalkan fungsi pencegahan. KPK juga diminta untuk lebih gencar mengkampanyekan dampak buruk korupsi.

Adhie mencontohkan keberhasilan pemerintah mengkampanyekan bahaya narkoba yang diidentifikasi sebagai musuh negara. Korupsi, kata Adhie, telah merusak negara sehingga harus diperangi dengan mengedepankan pencegahan.

"Korupsi membuat produk Pemilu jadi brengsek. Di mana-mana kepala daerah korupsi," ucap mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid ini.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top