alexa snippet

Pengungkapan Kasus Bupati Batubara Berawal dari Kantong Kresek

Pengungkapan Kasus Bupati Batubara Berawal dari Kantong Kresek
Bupati Batubara, Orang Karya Arya Zurkarnain saat dibawa penyidik KPK. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Pengungkapan kasus dugaan suap Rp4,4 miliar di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara diawali dari penyitaan uang tunai Rp250 juta.

Uang yang dibungkus kantong kresek hitam itu diambil dari seseorang berinisial KHA, karyawan swasta sebuah dealer mobil di Kota Medan. KHA diduga kurir pengantar uang suap sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Batubara.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, pengambilan uang Rp250 juta itu terjadi pada Rabu 13 September 2017 setelah ada perintah Bupati Orang Karya Arya Zulkarnain kepada Sujendi Tarsono (STR), pemilik dealer mobil.  

"KHA masuk ke dealer mobil milik STR pada pukul 12.44 WIB. Ini setelah Bupati meminta uang kepada STR Selasa (12 September 2017)," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Kemudian, KHA keluar ruangan dealer dengan membawa kantong kresek berisi uang Rp250 juta. Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti itu terdiri atas pecahan seratus ribu dan lima puluh ribu rupiah.

KHA tidak menyadari tim penyidik KPK membuntuti mobil yang dikendarainya. Dia juga tidak berkutik saat penyidik KPK menangkapnya di kawasan Amplas, Kota Medan.

Saat itu juga tim KPK membawa KHA kembali ke dealer Sujendi. Ketika itu penyidik langsung menangkap Sujendi dan dua karyawan dealernya.

"Keempat (orang) itu langsung dibawa ke Mapolda Sumatera Utara guna menjalani pemeriksaan," ungkap Basaria.

Tidak berhenti di situ. Pada pukul 13.00 WIB tim KPK menangkap Maringin Situmorang di rumahnya Kota Medan. Maringin merupakan kontraktor yang menguasai sejumlah proyek fisik di Batubara.

Jelang Maghrib, tim mengamankan kontraktor Syaiful Azhar dan Helman Herdady selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum U Kabupaten Batubara. Keduanya ditangkap di rumah masing masing di Kota Medan.

Sementara secara terpisah, Tim KPK yang lain mengamankan Bupati Orang Karya Arya Zulkarnaen di rumah dinasnya. Penangkapan berlangsung pukul 15.00 WIB. (Baca juga: Sebelum Kena OTT, Bupati Batubara Rayakan HUT PKK)

Di rumah dinas itu KPK turut mengamankan MNR, sopir pribadi istri Zulkarnaen. Dari tangan MNR, KPK menyita uang tunai Rp 96 juta. Menurut Basaria uang itu diduga sisa transfer STR kepada staf bupati, AGS.

"AGS kemudian juga diamankan di rumahnya di wilayah Kabupaten Batubara," kata Basaria.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top