alexa snippet

Mendorong Mobil Listrik

Mendorong Mobil Listrik
Mobil listrik kian menjadi tren otomotif dunia. Tak ada negara besar yang ingin tertinggal dalam tren ini. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
Mobil listrik kian menjadi tren otomotif dunia. Tak ada negara besar yang ingin tertinggal dalam tren ini. Karena ketika tertinggal, maka dalam jangka panjang akan terjadi inefisiensi energi sangat besar dan juga risiko kerusakan lingkungan yang katastrofik.

Syukurlah, Indonesia juga menunjukkan concern yang sama. Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat sangat mendukung perkembangan mobil listrik.

Berbagai penelitian terkait mobil listrik didukung oleh pemerintah. Bahkan, pemerintah secara terbuka menyatakan dukungannya.

Namun, ada beberapa hal yang jelas perlu dilakukan, terutama oleh pemerintah agar mobil listrik ini kian cepat menyapa masyarakat Indonesia.

Pertama, kepastian kesediaan listrik menjadi titik penjuru dalam mendorong mobil listrik ini. Kita tahu bahwa rasio elektrifikasi Indonesia belum secanggih negara-negara di Eropa ataupun Amerika Utara.

Pabrikan-pabrikan akan ragu memasukkan mobil-mobil listriknya jika ketersediaan listrik masih belum aman. Semoga proyek pembangkit 35.000 MW bisa menjadi jawabannya.

Kedua, subsidi atau bahasa lebih halusnya insentif perlu dilakukan pemerintah. Saat ini pemerintah sudah mendorong Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengembangkan ber­bagai varian kendaraan berbasis tenaga listrik.

Perkembangannya bisa dikatakan sangat menggembirakan. PLN sudah bisa me­mamer­kan purwarupa mobil dan motor listrik.

Wajar saja PLN melakukannya, karena PLN adalah badan usaha milik negara (BUMN) dan tidak memerlukan insentif atau subsidi. Kalau yang melakukan swasta, maka ceritanya menjadi lain dan akan kian menggembirakan.

Ketiga, ketersediaan infrastruktur pengisian tenaga listrik secara merata. Pemerintah tentu tak bisa hanya mengandalkan pabrikan mobil listrik untuk menyediakan charging station di seantero negeri ini.

Langkah itu akan sangat berat terwujud karena membutuhkan biaya yang besar, sementara belum ada bukti kuat dari sisi penjualan mobil listrik di Indonesia.

Pemerintah bisa saja mewajibkan tempat-tempat parkir umum untuk menyediakan beberapa persen luas lahannya dengan dilengkapi charging station mobil dan motor listrik.

Sebagai gantinya, bisa saja para pengelola lahan parkir yang melakukannya mendapatkan keringanan pajak atau berbagai insentif lain.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top