alexa snippet

Panglima TNI Tegaskan Selama Ada Pancasila Negara Ini Utuh

Panglima TNI Tegaskan Selama Ada Pancasila Negara Ini Utuh
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto/Isra Triansyah/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut bibit intoleransi dan radikalisme sudah terlihat di Indonesia. Contohnya, pengaruh ISIS di Asia Tenggara.

Saat ini, kelompok teroris itu sudah menginjakkan kakinya di Marawi, Filipina. Ia pun mengaku sudah memprediksikan peristiwa itu sejak dua tahun lalu.

"Syukurnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mendengarkan perkiraan saya setahun lalu. Duterte bilang akan kesampingkan HAM demi melindungi warga negaranya dari pengaruh teroris," ujarnya saat menjadi pembicara dalam Simposium Nasional 'Bangkit Bergerak, Pemuda Indonesia Majukan Bangsa' di Balai Kartini, Jakarta, Senin (14/8/2017).

Marawi telah berstatus darurat militer sejak 23 Mei lalu. Jenderal Gatot mengatakan, militan ISIS berusaha mendirikan khalifah di Filipina Selatan, tetapi di sana tidak ada sumber daya apa pun yang bisa menjadikannya jaya.

"Filipina Selatan adalah jalan masuk ke Indonesia. Maka kita harus hati-hati. Bukan mustahil, besok-besok kita dengar orang teriak 'Allahu Akbar' lalu menembak dan ledakan terdengar di mana-mana," katanya memperingatkan.

Namun begitu, dia meyakinkan bahwa seluruh warga negara Indonesia (WNI) berjiwa ksatria dan patriot. Oleh karena itu, tidak perlu takut pada penganut radikalisme yang dijulukinya pengkhianat bangsa.

"Bicara intoleransi, seolah negara ini akan terpecah belah. Saya katakan, tidak! Selama ada pancasila, pasti negara ini utuh," tegasnya.

"Secara budaya dan antropologi, penduduk di negara ini tak terbantahkan lagi adalah kumpulan kesatria dan patriot. Masalahnya sekarang, tinggal mendorong para pemuda anak bangsa mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top