alexa snippet

Sporadis di Arab Saudi, Mers-CoV Belum Penularan Berkelanjutan

Sporadis di Arab Saudi, Mers-CoV Belum Penularan Berkelanjutan
Sejumlah jamaah haji mengantre untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan ke tanah suci. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
MADINAH - Virus MERS kembali mengemuka di Arab Saudi. Namun, jamaah haji Indonesia tidak perlu panik, karena kasus Mers-CoV memang sering terjadi tapi tidak sampai sustained transmission atau penularan berkelanjutan (mewabah).

Kendati demikian, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek mengingatkan kembali kepada seluruh jamaah yang melaksanakan ibadah haji agar berhati hati dengan kemungkinan munculnya penyakit Mers-CoV. Jemaah Haji disarankan memakai masker pelindung hidung dan mulut di tempat ramai, seperti Masjid Nabawi, Masjidil Haram dan tempat lainnya, serta mengikuti etiket kesehatan dasar saat bersin atau batuk.

Imbauan itu disampaikan Menteri Kesehatan terkait adanya pemberitaan media massa yang menyebutkan adanya dua kasus baru MERS yang menimpa ekspatriat wanita berusia 38 dan 42 tahun. “Keduanya didiagnosis positif virus MERS di Dawmat Al-Jandal di Provinsi Al-Jouf,” kata Nila Farid Moeloek dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Minggu (13/8/2017).

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan dr. M. Subuh, MPPM menjelaskan, kasus Mers-CoV secara sporadis tetap terjadi di Saudi. Seringkali berupa infeksi nosokomial di kalangan healthworkers pada fasilitas pelayanan kesehatan yang merawat pasien Mers-CoV.

“Satu fakta yang terjadi, hingga sekarang belum terjadi sustained transmission di sana. Itu sebabnya tidak terjadi penyebaran ke berbagai negara. Bahkan tidak ada jamaah haji dari luar Saudi yang tercatat terinfeksi Mers-CoV sejak 2012,” papar Subuh.

Sedangkan Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Eka Jusuf Singka meminta seluruh petugas kesehatan haji di Arab Saudi supaya mengoptimalkan upaya promotif dan preventif kepada jamaah haji. Baik yang sudah berada di Mekkah maupun yang masih di Madinah.

“Jamaah juga diharuskan mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah berada di toilet umum. Jangan menggosok-gosokkan tangan ke mata atau hidung jika tangan belum dicuci dengan sabun,” kata Eka.

Lebih lanjut, Kapuskes Haji juga mengingatkan agar jamaah haji tidak berfoto-foto atau dekat-dekat dengan onta. Sebab, onta dicurigai sebagai medium penularan virus Mers-CoV.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top