alexa snippet

Istana Tegaskan Tak Berupaya Jegal Calon Presiden Tertentu

Istana Tegaskan Tak Berupaya Jegal Calon Presiden Tertentu
Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP membantah bahwa opsi presidential threshold 20-25% dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu yang ditawarkan pemerintah bertujuan untuk menjegal calon presiden, termasuk Prabowo Subianto. Foto/Dok. SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP membantah bahwa opsi presidential threshold 20-25% dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu yang ditawarkan pemerintah bertujuan untuk menjegal calon presiden tertentu, termasuk Prabowo Subianto. Hal ini sekaligus untuk membantah pernyataan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon.

Menurut Johan, tudingan pemerintah ingin menjegal pencapresan Prabowo dinilai tidak memiliki dasar yang kuat. "Tidak benar itu (pemerintah ingin menjegal Prabowo)," kata Johan saat dikonfirmasi, Senin (17/7/2017).

Apalagi usulan tersebut masih dibahas di DPR. ”Jadi tergantung kesepakatan bersama antara pemerintah dan DPR. Terlalu jauh itu mah," ujarnya.

Terkait keinginan pemerintah yang tetap ngotot agar presidential threshold sebesar 20% suara nasional atau 25 suara parlemen, Johan menilai hal itu sudah dijelaskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. (Baca juga: Skenario Jegal Prabowo di Pilpres 2019)

Sebelumnya Fadli Zon mencurigai sikap pemerintah yang ngotot agar ambang batas pencalonan presiden 20-25% memiliki motif tertentu. Motif itu dicurigai untuk memunculkan calon tunggal di pemilu presiden 2019.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top