alexa snippet

Pencegahan Terorisme Jangan Bersifat Seremonial

Pencegahan Terorisme Jangan Bersifat Seremonial
Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri Menangkap Terduga Teroris. Foto/Dok/SINDOnews/Ilustrasi.
A+ A-
JAKARTA - Kegiatan pencegahan tindak terorisme disarankan tidak banyak bersifat seremonial, tapi langsung menyentuh ke sasaran. Adanya pelibatan masyarakat dan mantan narapidana terorisme (napiter) diharapkan membuat upaya pencegahan tersebut lebih mudah.

Mantan teroris, Agus Dwikarna mengatakan, pencegahan diutamakan dalam melakukan deteksi dini. Menurutnya, cara dan tujuan pelaku terorisme sekarang berbeda dengan dulu.

"Artinya, pola propaganda sekarang berbeda, karena tujuannya juga berbeda. Karena itu, pelibatan mantan napiter mutlak, agar langkah pencegahan BNPT lebih efektif," ujar Agus dalam siaran pers yang diterima dari BNPT, Senin (17/7/2017).

Menurutnya pelibatan mantan napiter bisa melalui dialog. Dia menilai upaya itu sangat positif karena bisa menjadi ruang muhasabah (koreksi diri) bagi para mantan napiter yang terlibat jaringan kelompok agar tidak mengulangi apa yang pernah dilakukan. (Baca: Spanyol Tawarkan RI Kerja Sama Penanganan Terorisme)

"Yang terjadi selama ini adalah salah paham yang tidak berdasar, makannya dengan diadakannya pertemuan dan diskusi menjadi ruang komunikasi yang bagus bagi kita semua," ucapnya.



(kur)
loading gif
Top