alexametrics

Pariwisata sebagai Sektor Ekonomi Strategis

loading...
Pariwisata sebagai Sektor Ekonomi Strategis
Ketua Pokja Pariwisata Nasional Komite Ekonomi dan Industri Nasional RI dan Komisaris Garuda Dony Oskaria.Foto/Isitimewa/Twitter
A+ A-
Dony Oskaria
Ketua Pokja Pariwisata Nasional Komite Ekonomi dan Industri Nasional RI dan Komisaris Garuda


MELIHAT
perkembangan bisnis pariwisata dunia belakangan ini, bagaimanapun pemerintah memang harus membangun industri pariwisata nasional agar menjadi nomor satu di ASEAN, dengan menggaet lebih kurang 40 juta wisatawan mancanegara dan meraih devisa sekira USD48 miliar pada 2019 nanti, dua kali dari target tahun ini.

Namun hal tersebut hanya bisa direalisasi dengan membangun fasilitas dan infrastruktur utama seperti penerbangan langsung dari kota-kota besar di dunia ke destinasi wisata yang dilengkapi layanan imigrasi, bandara, dan terminal yang nyaman, atraksi-atraksi yang bagus, jalan-jalan raya yang lebar, dan strategi pemasaran yang tepat.



Fasilitas lain yang juga perlu dibangun dengan menggandeng sebanyak mungkin pelaku bisnis pariwisata adalah penginapan atau hotel yang nyaman di tujuan wisata, toilet yang bersih di tempat wisata, pusat-pusat perbelanjaan yang menyediakan beragam suvenir, serta berbagai restoran yang higienis. Dengan demikian tugas utama pemerintah sebagai langkah awalnya adalah menciptakan situasi yang kondusif agar banyak pihak swasta yang bersedia membangunnya, termasuk factory outlet yang bebas dari pajak (duty free) di jalur menuju bandara dan rest area yang bagus, misalnya.

Sejak tahun lalu pemerintah telah menelurkan rencana strategis untuk mengembangkan 10 destinasi wisata unggulan sebagai magnet baru bagi wisatawan mancanegara (wisman) agar industri pariwisata nasional bisa berkontribusi lebih besar lagi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Jika destinasi unggulan tersebut segera dibangun dengan baik, devisa pariwisata diperkirakan bisa menembus USD40 miliar dengan wisman 33 juta sekira empat tahun ke depan bila dibandingkan dengan target tahun 2016 yang hanya tercatat USD12 miliar dengan 10 juta wisman.

Destinasi wisata premium yang bisa melebihi Bali tersebut mencakup Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara), serta Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur).

Destinasi-destinasi tersebut menyuguhkan beragam atraksi wisata bahari hingga alam pegunungan yang menyegarkan. Beragam peninggalan kerajaan dan bangunan religius agama-agama besar juga sangat menakjubkan. Belum lagi aneka tarian tradisional yang memikat, benda-benda pusaka yang bernilai seni tinggi hingga beragam kuliner yang lezat. Dengan bahan dasar yang sangat kaya tersebut, jika dibangun dengan baik, industri pariwisata Indonesia semestinya bisa dikembangkan jauh lebih besar daripada negara-negara ASEAN lain seperti Thailand yang meraih devisa pariwisata terbesar kesembilan di dunia senilai USD38,4 miliar tahun lalu.

Apalagi Indonesia memiliki wilayah yang empat kali lipat lebih luas dengan keindahan alam dan budaya beragam, jumlah objek wisata lebih banyak, plus aneka industri kreatif yang bervariasi. Nah, guna menggenjot devisa dari pariwisata, setidaknya pemerintah pusat maupun daerah harus bersinergi melakukan lima langkah penting. Pertama , menunjukkan keseriusan dalam membangun akses transportasi darat dengan jalan yang mulus hingga transportasi udara di semua kota yang menjadi gate way destinasi wisata unggulan.

Selain ada penerbangan langsung dari luar negeri yang kemudian dilayani petugas imigrasi dengan baik di bandara tujuan, operasi bandara di daerah wisata juga harus diperpanjang sampai tengah malam, dari yang saat ini yang hanya sampai sore hari sudah tutup. Pelabuhan laut juga harus dibangun senyaman mungkin, dipisahkan antara pelabuhan kapal penumpang dan pelabuhan kontainer. Lalu di daerah tujuan wisata bahari harus dibangun semacam marina yang besar dan modern, dilengkapi dengan semua fasilitas memadai mulai dari hotel, wahana bermain, pusat belanja, pusat kuliner hingga tempat ibadah dan rumah sakit.
halaman ke-1 dari 2
preload video
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak