alexa snippet

Pakar Linguistik: Tak Ada Kata Ancaman dalam SMS HT ke Jaksa Yulianto

Pakar Linguistik: Tak Ada Kata Ancaman dalam SMS HT ke Jaksa Yulianto
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. Foto/Ilustrasi/MNC Media
A+ A-
JAKARTA - Pakar linguistik Universitas Indonesia (UI) Frans Asisi Datang mengungkapkan setelah diteliti isi pesan singkat yang dikirim oleh Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo kepada Jaksa Yulianto tidak mengandung ancaman.

Menurut Frans, Yulianto seharunya tidak harus merasa terancam. “Setelah saya baca dan teliti dalam SMS (Hary Tanoe) tidak ada kata mengancam. Itu hanya kata memberitahukan, mengingatkan, hanya kata-kata seperti itu saja,” ujar Frans saat live by phone dalam acara diskusi Redbons bertajuk Ketum Perdindo Terzalimi di Kantor Redaksi Okezone, Kompleks MNC Media, Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Menurut Frans, makna mengancam berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah menyatakan maksud (niat, rencana) untuk melakukan sesuatu yang merugikan, menyulitkan, menyusahkan, atau mencelakakan pihak lain.

“Unsur-unsur tersebut tidak ada dalam isi SMS Hary Tanoe. Tidak ada kata-kata itu. Harus bedakan mengancam dengan memberitahukan atau mengingatkan. Kalau kata ‘abuse of power’ itu dirasa ancaman, salah. Justru Hary Tanoe itu ingin memberantas orang-orang yang seperti itu,” katanya.

Frans mencontohkan, kata-kata yang bernada ancaman. “Misalnya ‘Saya akan menghabisi anda’, lalu ‘saya akan menghentikan karier anda’. Nah, kata-kata dalam SMS Hary Tanoe menurut saya tidak ada satu pun yang mengancam nyawa dan karir seseorang. Itu imbauan. Yulianto tidak seharusnya terancam,” katanya.



(dam)
loading gif
Top