alexa snippet

KKHI Madinah Butuh Alat Bantu Jantung dan Pernapasan

KKHI Madinah Butuh Alat Bantu Jantung dan Pernapasan
Ilustrasi haji. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah berharap pemerintah menyediakan alat bantu pacu jantung atau elektro kardiologi (EKG), dan alat bantu pernapasan (nebulizer) bagi Tim Gerak Cepat (TGC). Tim ini sendiri bersifat mobile dengan kekuatan dokter spesialis, dokter umum dan dua perawat.

"Tim ini melakukan jemput bola dengan visitasi ke pemondokan. Jadi kami tidak lagi menunggu di KKHI tapi bergerak mendekati jamaah haji. Kami harapkan alat ada di tiap sektor," ujar Ika Nurfarida Sholeh, Kasubsi KKHI Madinah saat mengikuti rapat koordinasi Daker Madinah di Jakarta, baru-baru ini.

Bila permintaan ini tidak bisa dipenuhi, lanjut dia, maka usaha mendekatkan pelayanan kepada jamaah untuk kasus-kasus emergensi tidak bisa maksimal. "Sebenarnya kemungkinan menyelamatkan jamaah dalam satu periode tertentu atau golden period jadi akan sedikit tertunda. Ada hambatan, meskipun alat itu bukan solusi untuk semua masalah kesehatan yang kami jumpai di lapangan," paparnya.

Satu set perangkat itu memang bukan jaminan bisa menyelamatkan jamaah. Namun, setidaknya bisa untuk menyelamatkan nyawa jamaah yang menghadapi masalah jantung dan paru-paru.

Diakuinya jumlah petugas kesehatan haji 2017 memang tidak ideal dalam melayani jamaah haji. Tetapi itu bukan halangan melayani jamaah.

Strateginya ialah lebih meningkatkan akses dari jamaah itu supaya lebih mudah mendapatkan pertolongan segera. Karena memang dari angka statistik kasus yang terbanyak adalah penyakit paru-paru dan jantung. Terkait obat-obatan, Pusat Kesehatan Haji berkomitmen bahwa penyediaannya tidak boleh kekurangan.

Di tempat yang sama Ketua Daker Madinah, Amin Handoyo mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi permintaan KKHI. Hanya dia tak bisa menjanjikan bisa memenuhi permintaan para tenaga kesehatan.
(kri)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top