alexa snippet

PP Muhammadiyah Dukung Penuh Kebijakan Sekolah 5 Hari

PP Muhammadiyah Dukung Penuh Kebijakan Sekolah 5 Hari
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan sikap resmi terkait kebijakan belajar delapan jam perhari selama lima hari yang rencananya diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Tentang pelaksanaan pendidikan karakter melalui lima hari sekolah, maka PP Muhammadiyah mendukung sepenuhnya kebijakan Mendikbud sekaligus mendukung Mendikbud dalam menjalankan tugasnya sampai berhasil," kata Haedar, dalam siaran pers, Senin 19 Juni 2017.

Haedar yakin, Mendikbud Muhadjir Effendy telah mengambil kebijakan yang benar dan tepat dalam mengimplementasikan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk keberhasilan pendidikan karakter.

"Mendikbud juga dikenal sebagai ahli pendidikan yang basis akademiknya kuat dan pengalamannya di dunia pendidikan luas, sehingga berada di jalur kebijakan yang kuat, taat asas, dan konstitusional," ucapnya.

Tokoh kelahiran 25 Februari 1958 ini berharap, agar Presiden Jokowi memberikan penguatan, memback-up, melindungi, dan mendukung sepenuhnya Mendikbud atas kebijakan yang telah diambil karena pada dasarnya kebijakan tersebut menjalankan kebijakan pendidikan karakter yang menjadi komitmen Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla untuk diimplementasikan.

"Jika dirujuk pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tampak sekali kuatnya dasar aturan dan pertimbangan yang dijadikan pijakan, bahwa apa yang dilakukan Mendikbud sepenuhnya melaksanakan kebijakan Presiden," tuturnya.

"Jika ada wacana atau rencana menaikkan Permendikbud menjadi Perpres maka seyogyanya untuk menyempurnakan dan memperkuat kebijakan yang telah diambil Mendikbud, sebaliknya tidak  mengaburkan, memperlemah, dan membatalkan," imbuhnya.

Lebih lanjut Haedar menambahkan, kebijakan pendidikan di Indonesia perlu lebih dinamis dan progresif untuk penguatan pendidikan karakter dan membangun daya saing bangsa, agar tidak kalah oleh bangsa-bangsa lain.

"Karenanya apa yang telah diambil kebijakan oleh Mendikbud tersebut dapat menjadi bagian dari revitalisasi pendidikan nasional menghadapi era persaingan global," tandasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top