alexa snippet

HT: Jadikan Pancasila Tumpuan Berbangsa dan Bernegara

HT: Jadikan Pancasila Tumpuan Berbangsa dan Bernegara
Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) saat memberikan kuliah umum di Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA), Malang, Jawa Timur, Kamis (1/6/2017).Foto/MNC Group
A+ A-
MALANG - Peringatan Hari Lahir ke-72 Pancasila harus dijadikan momentum memperkuat persatuan bangsa. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan kepada Pancasila, sudah final

“Ideologi kita Pancasila, bukan sekadar simbol tapi tumpuan berbangsa dan bernegara, harus kita hormati dan laksanakan,” ujar Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) usai memberikan kuliah umum di Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA), Malang, Jawa Timur, Kamis (1/6/2017).

HT mengajak masyarakat untuk menjadikan keberagaman atau kebhinnekaan sebagai kekuatan, bukan sebaliknya. Masyarakat harus bersatu membangun Indonesia menjadi negara maju.

“Jaga kebhinnekaan bangsa dengan menjalankan nilai luhur Pancasila. Keberagaman kekuatan kita, saling mengisi memajukan bangsa,” kata HT.

Ayah lima anak itu memberikan gambaran tentang kondisi Indonesia saat ini. Sudah 72 tahun merdeka, Indonesia masih berstatus negara berkembang dengan pendapatan per kapita di bawah US$ 4.000.

Artinya, Indonesia harus melompat tiga kali lipat untuk menjadi negara maju yang pendapatan per kapitanya minimal US$ 12.000. Untuk itu, kesenjangan yang diakibatkan penerapan kapitalisme di saat mayoritas masyarakat belum siap kesejahteraan dan pendidikannya, harus diatasi.

“Kesenjangan vertikal kesejahteraan masyarakat dan horizontal pembangunan daerah harus diselesaikan,” ucap HT yang telah memberikan kuliah umum di lebih dari 170 perguruan tinggi se-Indonesia.

Kesenjangan, lanjut HT, bisa teratasi dengan membangun kesejahteraan masyarakat melalui keberpihakan seperti kemudahan akses dana murah, pelatihan dan proteksi.

“Bangun kesejahteraan masyarakat dari bawah ke menengah, menengah ke atas agar lebih banyak kelompok produktif berkontribusi pajak. Sebanyak 2/3 APBN dari pajak,” pungkasnya.
(whb)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top