alexa snippet

Korban Insiden Meriam di Natuna Sempat Minta Restu Orang Tua

Korban Insiden Meriam di Natuna Sempat Minta Restu Orang Tua
Prosesi pemamakan Pratu Ibnu Hidayat (25) di Demak, Jawa Tengah. Foto/INews TV/Taufik Budi
A+ A-
DEMAK - Meninggalnya Pratu Ibnu Hidayat (25) saat mengikuti latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Natuna, Kepulauan Riau, Rabu 17 Mei 2017 menyisakan duka mendalam bagi keluarganya di Demak, Jawa Tengah.

Semasa hidup, korban dikenal sebagai pribadi yang santun dan sangat menghormati orangtuanya. Bahkan, dua pekan lalu korban yang tinggal bersama istrinya di Asrama Batalyon Arhanud 1 Kostrad Tangerang sempat menghubungi keluarga di kampung halaman. (Baca Juga: Empat Prajurit TNI Tewas Saat Persiapan Latihan Perang)

Dia meminta doa restu dan berpamitan kepada ibunya agar didoakan selama latihan. "Tidak ada firasat apa-apa. Sebelumnya dia cuma minta doa restu bapak dan ibu. Makanya ketika dapat informasi Ibnu kena musibah, kami deg-degan, ya gimana lagi namanya juga adik," kata Serda Mastur, kakak korban, Kamis (18/5/2017).

Anggota Koramil Karangawen itu mengatakan, adiknya selalu menyempatkan pulang ke Demak ketika mendapatkan kesempatan cuti atau libur Lebaran. Anak bungsu dari empat bersaudara tersebut ketika pulang senantiasa mengajak anak dan istri untuk bersilaturahmi dengan orangtuanya, Suwarnan dan Yusro.

Selain taat pada orangtua, Ibnu juga sangat menyayangi keluarganya terlebih setelah dikaruniai seorang putri cantik bernama Puput Putri yang kini berusia 1,6 tahun.

Tak heran, istrinya Andriyani terlihat sangat terpukul atas kepergian suami tercinta. Perempuan asal Pucanggading Demak itu tak kuasa menahan tangis, ketika jenazah suaminya tiba di rumah duka di Dukuh Dongko RT 6/2 Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Demak, pagi tadi.

Sementara Puput terus tertidur dalam gendongan bibinya sejak kedatangan jenazah almarhum hingga prosesi permakaman usai.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top