alexametrics

Percepatan Pencapaian SDGs: Belajar dari Provinsi NTB

loading...
Percepatan Pencapaian SDGs: Belajar dari Provinsi NTB
SDGs Center - Universitas Padjadjaran Armida S Alisjahbana/SINDOnews
A+ A-
Armida S Alisjahbana
SDGs Center - Universitas Padjadjaran 
 

Sudah lebih dari satu tahun pencanangan Komitmen Global untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), namun belum ada informasi tentang bagaimana pencapaian SDGs di Indonesia ataupun daerah-daerah di Indonesia selama dua tahun terakhir ini.

Gambaran akan prospek pencapaian SDGs dari suatu daerah dalam jangka panjang dapat di­telusuri dari pencapaian MDGs ataupun beberapa indikator yang relevan dengan SDGs selama beberapa tahun terakhir. 

Dari penelusuran ini akan diketahui kira-kira apakah daerah tersebut akan dapat mencapai suatu target SDGs tertentu atau jikapun belum, seberapa jauh deviasi yang akan terjadi dari target yang harusnya dicapai. Cara yang lazim digunakan adalah dengan melakukan proyeksi ke depan atau tren pencapaian dari indikator dimaksud. Menarik untuk mengaplikasikan metode ini untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang cukup sukses dalam pencapaian MDGs dibuktikan dengan lima tahun berturut-turut mendapatkan MDGs Award  dari pemerintah.

On the Right Track  

Proyeksi tren serta aplikasi metode scorecard  dari beberapa indikator SDGs untuk Provinsi NTB sampai dengan tahun 2030 (tahun berakhirnya SDGs) menunjukkan hasil sebagai berikut (SDGs Center Unpad, 2017). Sebagian besar indikator yang diproyeksikan dengan asumsi business as usual  berdasarkan tren 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa target indikator tersebut di tahun 2030 akan tercapai atau paling tidak hampir tercapai. Terdapat 10 indikator yang sudah pada jalur yang benar atau on the right track  meliputi indikator-indikator percapaian target penurunan kemiskinan,  kecukupan gizi dan kesehatan anak balita, tingkat partisipasi murni sekolah di tingkat SMA, infrastruktur dasar seperti: air minum, sanitasi, kualitas jalan dan rumah sederhana yang layak. Proyeksi pencapaian target-target ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dan masyarakat Provinsi NTB dalam 10 tahun terakhir cukup berhasil untuk menyediakan pelayanan publik dan infrastruktur dasar.
 
Sementara itu, indikator yang masih jauh dari tren pencapaian SDGs atau off track  di antaranya adalah target terkait dengan prevalensi balita de­ngan tinggi badan pendek dan sangat pendek (stunting), target yang meng­gambarkan ukuran kesenjangan (Gini Ratio) dan target terkait pengelolaan lingkungan (perilaku rumah tangga dalam memilah sampah dan emisi CO2 dari kendaraan bermotor).

Dari hasil yang disampaikan di atas, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar kebijakan dan program pembangunan di Provinsi NTB selama delapan tahun terakhir sudah on the right track.  Namun demikian, ka­rena tingkat pencapaian kesejahteraan rakyat yang masih rendah perlu upaya percepatan pencapaian SDGs dengan fokus area tertentu.

Fokus Area Upaya Pencapaian SDGs 
halaman ke-1 dari 3
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top