alexametrics

Kepala BKKBN Terima Gelar DR HC dari UNY, Ini Alasan Rektor

loading...
Kepala BKKBN Terima Gelar DR HC dari UNY, Ini Alasan Rektor
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menerima gelar Dr (HC) dari rektor UNY Prof Sutrisno Wibowo di Auditorium UNY, Sabtu (1/8). Foto/Priyo Setyawan
A+ A-
SLEMAN - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memberikan gelar Doctor Honoris Causa (Dr HC) kepada Kepala Badan Kependudukan dan Keluaga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, di auditorium UNY, Sabtu (1/8/2020).

Pemberian gelar dilaksanakan dalam sidang senat terbuka dipimpin dan dibuka oleh Rektor UNY Sutrisno Wibowo serta pembacaan surat keputusan Rektor UNY No B 264 UN 34 TP 0003 2020 tentang penganugerahan Dr HC bidang Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat Vokasi kepada Hasto Wardoyo kepala BKKBN pada 20 Juli 2020.

Dilanjutkan dengan pembacaan biografi Hasto Wardoyo dan pidato promotor penganugerahan Dr HC oleh Prof. Mohammad Bruri Triyono. (Baca juga: Hari Ini, UNY Anugerahkan Doktor Honoris Causa kepada Kepala BKKBN Hasto Wardoyo)

Setelah itu, pidato ilmiah Hasto Wardoyo dengan judul peran pendidikan vokasional untuk mewujudkan kemandirian di bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kabupaten Kulonprogo. Usia pidata prosesi pemberian gelar Dr Hc oleh Rektor UNY Prof. Sutrisno Wibowo.



Rektor UNY Sutrisno Wibowo mengatakan, alasan memberikan anugerah Dr HC di bidang pemberdayaan masyarakat bukan di bidang kedokteran kepada Hasto Wardoyo ini, karena saat menjadi Bupati Kulonprogo berhasil mengembangkan pemberdayaan masyarakat dengan berbagai program. ’Seperi Bela Beli, Tomira dan produksi air minum dalam kemasan (AMDK) AirKu.

“Semua itu merupakan bagian dari realitas pemberdayaan masyarakat. Ini kuncinya,” kata Sutrisno usai pemberian Dr HC kepada kepala BKKBN Hasto Wardoyo, di Auditorum UNY, Sabtu (1/8/2020). (Baca juga: Menristek Dorong FKUI Cetak Startup Bidang Kesehatan)



Sutrisno menjelaskan, Hasto Wardoyo dalam pemberdayaan masyarakat tersebut bukan hanya merealisasikan program-programnya, namun juga ada muatan pendidikan di dalamnya, terutama menjadikan masyarakat bisa mandiri. UNY sendiri selama ini konsen dan komintem memberikan penghargaan kepada masyarakat yang memiliki prestasi seperti itu.

“Hal itu sudah kami nilai sejak Hasto Wardoyo menjadi bupati dan dilanjutkan sebagai kepala BKKBN,” jelasnya.

Menurut Sutrisno untuk pendidikan yang dikembangkan Hasto Wardoyo UNY tidak melihat pendidikan formal, tetapi keberhasilannya dalam memberdayakan masyarakat Kulonprogo di semua bidang.

“Kami harapkan apa yang telah dilakukan Hasto Wardoyo ini bisa menjadi gerakan nasional sehingga bangsa memiliki kemandirian,” harapnya.

Hasto Wardoyo mengatakan, sebagai kepala daerah harus memiliki mantra yang kuat yaitu cita-cita bisa memberikan perubahan yang lebih baik kepada masyarakatnya. Yaitu dengan melakukan berbagai perubahan. Sehingga harus ada ide dan inovasi.

“Saya juga menekannya merubah itu tidak cukup hanya dengan inovasi tetapi perlu revolusi, transformasi atau reformasi,” tandasnya.

Untuk itulah, kehadiran pendidikan vokasional yang menyatu dengan pemberdayaan masyarakat sangat penting. Sebab untuk pembangunan bukan hanya membutuhkan SDM dalam jenjang akademik namun juga vokasional yang melatih keterampilan.
(mpw)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak