alexametrics

Terima Kasih Guruku

loading...
Ketika pak guru atau bu guru datang ke sekolah, anak-anak berjejer berdiri menyambut sambil mengucapkan: Selamat pagi Pak Guru/Bu Guru. Sepedanya disambut oleh siswa, lalu disandarkan di tempat parkir sepeda, tasnya dibawakan ke ruang kelas.

Terjalin hubungan batin antara guru dan murid. Pak Guru dan Bu Guru menjadi orang tua kedua. Kenangan ini mungkin saja subjektif. Namun, itu semua tak pernah hilang dari memori saya.

Bahkan, sudut-sudut sekolah pun masih ingat dan bisa saya ceritakan kembali. Ketika masuk pesantren, hubungan batin terjalin tidak saja antara kiai, guru dan murid/santri, tetapi juga dengan sesama santri karena setiap hari tinggal bersama selama 24 jam.

Kata murid dan santri lebih tepat diterjemahkan learner atau pelajar karena keduanya berkonotasi sebagai subjek yang aktif, yang mencintai ilmu, yang berpusat di pesantren. Mereka merupakan komunitas pembelajar (learning community).

Secara etimologis, pesantren adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang berbudi luhur dan mencintai ilmu pengetahuan di bawah asuhan seorang guru, dan para murid itu disebut santri. Baik kata pesantren, santri, asrama, guru, kesemuanya itu berasal dari tradisi Hindu.

Ini juga menunjukkan bahwa di Indonesia dalam beberapa aspek terjadi kesinambungan antara tradisi Hindu dan tradisi Islam. Sebuah paham keislaman yang inklusif. yang merangkul, bukan memukul. Yang mendekatkan, bukan menjauhkan dan memisahkan.
(poe)
halaman ke-2 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak