alexametrics

Di Tengah Pandemi, KKN Mahasiswa Unair Fokus Tanaman Hidroponik

loading...
Di Tengah Pandemi, KKN Mahasiswa Unair Fokus Tanaman Hidroponik
Mahasiswa Unair melakukan KKN BM dengan cara mengelola tanaman hidroponik untuk menambah ketahanan pangan warga di tengah pandemi COVID-19. Foto/SINDOnews/Ist
A+ A-
SURABAYA - Di tengah pandemi COVID-19, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) tetap menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka menyasar ketahanan pangan yang dibutuhkan masyarakat di tengah krisis akibat COVID-19.

Selain itu, kondisi tanah di setiap daerah berbeda-beda dan tidak semuanya berpotensi untuk dijadikan sebagai lahan bercocok tanam. Tanah yang kering sering menjadi salah satu kendala tersendiri karena tanaman susah untuk tumbuh.

Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Bersama Masyarakat (KKN-BM) Unair pun berinisiatif mengenalkan dan mengajak masyarakat melakukan cocok tanam secara hidroponik. Metode hidroponik sendiri merupakan metode budi daya tanaman yang dilakukan dengan menggunakan media air. (Baca juga: Menristek Dorong FKUI Cetak Startup Bidang Kesehatan)

Ferliana Rahmah, penanggung jawab program kerja tersebut menjelaskan bahwa kegiatan yang diikuti sekitar 20 masyarakat setempat itu dilakukan sebagai upaya untuk pemberdayaan pangan. Ketika tanaman itu sudah tumbuh nantinya, hasil panen dapat dijadikan oleh masyarakat sebagai bahan pangan, sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli sayur.



“Selain hasil panen tanaman yang lebih menyehatkan apabila dikonsumsi karena bebas dari pestisida, kegiatan hidroponik ini juga bisa dijadikan sebagai penghijauan dan memperindah lingkungan agar terlihat lebih asri,” kata Ferliana, Jumat (31/7/2020).

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia itu melanjutkan, pihaknya bersama masyarakat melakukan kerja bakti di sekitar desa untuk mempersiapkan lingkungan yang bersih terlebih dulu. Setelah itu, mahasiswa KKN melakukan sosialisasi dan pengenalan mengenai apa itu hidroponik, media dan peralatan yang akan digunakan, dan bagaimana proses penanamannya. Terakhir, mereka langsung melakukan praktik penanaman sayuran secara hidroponik. (Baca juga: Kampung Net di Gresik, Sediakan 250 Spot Internet Gratis untuk Sekolah Daring)



“Benih sayuran pare dijadikan sebagai sampel saat melakukan praktik penanaman karena daya tahan tanaman itu lebih bagus dibandingkan benih tanaman lainnya. Setelah ini, masyarakat dapat menanam beraneka jenis sayuran lainnya sebagai stok bahan pangan nantinya,” ucapnya.
(mpw)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak