alexametrics

Artis, Prostitusi, dan Narkoba

loading...
Penggunaan narkoba berikutnya disebabkan tekanan eksistensi sebagai selebritas yang harus tetap mempertahankan kehidupan mewah dan glamor demi tetap mempertahankan eksistensi sebagai selebritas. Jadi, ketika terjadi persoalan ekonomi seperti sepi pekerjaan karena pandemi dan tidak memiliki sumber pemasukan lainnya, maka narkoba kerap kali dipergunakan sebagai bentuk pelarian. Baik pada persoalan keterlibatan oknum selebritas pada narkoba maupun prostitusi, disebabkan oleh adanya pandangan bahwa kehidupan selebritas erat kaitannya dengan hedonisme.

Artinya, dalam hal ini baik masyarakat sebagai ‘penikmat’ kehidupan para selebritas maupun selebritas itu sendiri harus mengubah paradigma bahwa artis atau selebritas adalah insan pekerja seni yang dihargai berdasarkan karyanya dan bukan pada kehidupan mewah dan glamornya belaka. Terjadinya hedonisme pada kehidupan sebagian besar artis juga turut disebabkan oleh sudut pandang yang keliru dari masyarakat yang memandang bahwa seorang artis dinilai dari kehidupan mewahnya. Saat ini, baik masyarakat maupun kalangan artis perlu mengembalikan makna ‘artis’ itu sendiri yang berorientasi pada pencapaian karya. Sebaliknya, masyarakat perlu menggeser paradigma dalam hal ini adalah penikmat dari karya artis, bukan sebagai penikmat kehidupan pribadi artis yang kerap dikomersialkan.
(ras)
halaman ke-2 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak