alexametrics

Bangun Dinasti, Terbitlah Korupsi

loading...
Bangun Dinasti, Terbitlah Korupsi
KPK telah menangkap sejumlah kepala daerah hasil politik dinasti. Praktik politik tersebut dinilai ikut melahirkan perilaku koruptif dan menghambat demokratisasi di Indonesia. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
PAGI itu, Jumat, 30 Desember 2016, Bupati Klaten Sri Hartini terlambat datang ke kantor. Ada sejumlah PNS, honorer, dan swasta, sowan ke rumah dinas bupati menjelang pengukuhan dan pelantikan pegawai baru di Pemkab Klaten tahun 2017.

Pada pagi yang sama, tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mendatangi rumah dinas bupati. Bukan untuk bertamu, melainkan untuk menangkap Hartini. KPK mengendus adanya indikasi pemberian suap kepada Bupati Klaten untuk mendapat posisi tertentu di Pemkab yang dipimpinnya. Delapan orang diamankan dalam operasi tangkap tangan itu.

Penangkapan Hartini menambah daftar panjang kepala daerah produk politik dinasti terlibat korupsi. "Sepanjang tahun 2016 KPK melakukan 17 kali tangkap tangan. Empat di antaranya, kepala daerah. Selebihnya, anggota DPR, DPD, DPRD, hakim, panitera, advokat, swasta, hingga kepala dinas," kata Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif dalam sebuah konferensi pers yang digelar sehari setelah penangkapan Hartini.

Rangkaian tangkap tangan kepala daerah dimulai saat KPK meringkus Bupati Subang Ojang Sohandi, 11 April 2016. Ojang kedapatan menyuap jaksa di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Uang Rp528 juta digelontorkan agar nama Ojang tidak disebut dalam sidang kasus korupsi anggaran BPJS Kabupaten Subang.

Ojang bukan orang baru di lingkungan Pemkab Subang. Sebelum terjun ke dunia politik, Ojang adalah ajudan pribadi Bupati Subang 2004-2012, Eep Hidayat. Karier politik mulai dilakoninya saat menjabat wakil bupati di periode kedua pemerintahan Eep.

Eep terjerat kasus korupsi dan diberhentikan pada 2011. Posisi Eep diisi Ojang selaku Pelaksana Tugas (Plt) Bupati. Didampingi Imas Aryumningsih sebagai wakil, Ojang terus berkuasa hingga 2018.

Imas adalah mantan rival Ojang di Pilkada sebelumnya. Kala itu, Imas berpasangan dengan artis Primus Yustisio.
halaman ke-1 dari 5
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top