alexa snippet

Jelang Pilkada, Informasi Hoax Bertebaran di Media Sosial

Jelang Pilkada, Informasi Hoax Bertebaran di Media Sosial
Aksi warga saat mengikuti Deklarasi Masyarakat Antihoax di Jakarta, 8 Januari 2017. Foto/SINDOnews/Yulianto
A+ A-
JAKARTA - Momentum politik seperti pemilihan kepala daerah (pilkada) berpengaruh terhadap intensitas kemunculan berita bohong atau hoax di media sosial (medsos).

"Kalau secara tren, hoax selalu terjadi kalau ada momen politik, intensitasnya naik," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Semuel Abrijani saat berbicara dalam diskusi bertema Upaya Memerangi Berita dan Situs Hoax, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (12/1/2017).
 
Abrijani mengaku prihatin dengan merebaknya berita hoax melalui internet dan media sosial. Dia menegaskan akan menindak tegas para penyebar berita hoax.

Tindakan tegas juga diberikan terhadap media yang menyebarkan konten negatif dan bernada kebencian. "Kalau media tak hanya diblokir, tapi juga diproses hukum," kata Abrijani. (Baca juga: Panglima TNI Sebut Kabar Dirinya Ditegur Jokowi Hoax)

Hingga Desember tahun 2016, kata Abrijani, Kemenkominfo telah memblokir ratusan situs dan media yang terbagi dalam beberapa kategori.

Dia mengatakan, pemblokiran dilakukan sebagai upaya mengatasi penyebaran berita hoax dan konten-konten negatif di internet."Paling banyak pornografi, ada yang namanya penipuan, judi, ada SARA juga," kata Abrijani. (Baca juga: Polisi Akan Beri Stempel Khusus untuk Informasi Hoax)



(dam)
loading gif
Top