alexa snippet

Tanpa Pemerataan Pembangunan, Indonesia Sulit Maju

Tanpa Pemerataan Pembangunan, Indonesia Sulit Maju
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat melantik 322 DPRt Partai Perindo se-Kabupaten Mojokerto, di Mojokerto, Jawa Timur.
A+ A-
MOJOKERTO - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, tanpa pemerataan pembangunan daerah, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, Indonesia sulit bergerak menjadi negara maju.

Hal itu ditegaskan HT saat melantik 322 DPRt Partai Perindo se-Kabupaten Mojokerto, di Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (10/1/2017).

Selama ini kata HT, hanya kota-kota besar yang terbangun. Dari 514 kabupaten/kota, yang sudah mapan bisa dihitung dengan jari. Hampir 500 kabupaten/kota tertinggal, padahal disitulah mayoritas masyarakat Indonesia berada.

"Kesenjangan masyarakat kota besar dan daerah semakin lebar. Bangun masyarakat daerah, tanpa pemerataan Indonesia sulit maju," ujar HT.

Menurut HT, itu sebagai akibat Indonesia terlalu cepat menerapkan pasar bebas, kapitalisme. Diakuinya, mayoritas masyarakat secara pendidikan dan kesejahteraan belum siap menghadapinya.

Keberpihakan tersebut menurut HT, akan mendorong masyarakat di daerah produktif, bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Saat ini jumlah pencari kerja lebih banyak ketimbang pemberi kerja.

Seiring dengan kesejahteraannya yang meningkat, lanjut HT, masyarakat produktif akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah, sehingga Indonesia bisa cepat maju seperti yang dicita-citakan bersama.

"Tujuan utama Partai Perindo mewujudkan kemakmuran masyarakat dalam arti sesungguhnya," tutur HT disambut tepuk tangan ribuan kader Partai Perindo Nganjuk.



(maf)
loading gif
Top