alexa snippet

PBNU Canangkan Gerakan Melawan Hoax di Internet

PBNU Canangkan Gerakan Melawan Hoax di Internet
Penggunaan sosial media. Foto/Dok/SINDOnews/Ilustrasi.
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah prihatin dengan dengan perkembangan ujaran kebencian dan kabar hoax di media sosial. Maka itu langkah Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) memblokir sejumlah situs yang dianggap mengandung konten SARA dinilai tepat.

Khabit Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf berharap internal NU aktif melaporkan ke Kemenkominfo maupun kepolisian jika menemukan situs yang dianggap membahayakan. Dia juga berharap internal NU aktif menenangkan masyarakat agar tidak terpancing dengan ujaran kebencian yang beredar di internet.

"Kita ini negara yang berdasarkan konstitusi bukan berdasarkan golongan atau orang," ujar Yahya dalam siaran persnya yang diterima SINDOnews, Rabu (4/1/2017).

Dia menambahkan, PBNU sedang mencanangkan gerakan melawan hoax dan radikalisme di internet. Menurutnya gerakan itu sudah lama dilakukan NU dengan menggalang para nadhliyin yang aktif di internet. (Baca: Pemerintah Gunakan Cara Primitif Sikapi Media Online)

Dia berharap langkah ini diikuti organisasi lain dalam melawan hoax dan radikalisme di internet. Apalagi, kata dia belakangan ini dinamika politik di Indonesia sedang hangat dan banyak situs yang sengaja digunakan pihak tertentu sebagai wahana propaganda dengan menghalalkan segala cara, termasuk memproduksi informasi palsu.

"Sudah banyak akibat tidak baik yang dihasilkan propaganda hoax dan kekerasan ini. Makanya NU terus mengembangkan gerakan internet untuk menolak hoax dari latar belakang apapun dan kepentingan apapun," ucapnya.



(kur)
loading gif
Top