alexa snippet

Bicara Kepemimpinan, Wiranto Bahas Payung Biru dan Jaket Jokowi

Bicara Kepemimpinan, Wiranto Bahas Payung Biru dan Jaket Jokowi
Presiden Joko Widodo membawa payung berwarna biru saat hendak salat Jumat bersama massa Aksi Belas Islam 2 Desember 2016 (kiri). Jokowi mengenakan jaket ketika menyampaikan pernyataan sikap terkait aksi 4 November 2016 (kanan). Foto/SINDOnews/Rakhmatulloh
A+ A-
JAKARTA - Payung biru yang digunakan Presiden Joko Widodo saat hendak salat Jumat bersama dengan jutaan umat Islam pada Aksi Bela Islam III di Lapangan Silang Monas, Jakarta, 2 Desember lalu sempat menjadi pembicaraan di media sosial.

Di tengah guyuran hujan Jokowi datang membawa payung berwarna biru. Ikut mendampinginya, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan sejumlah menteri.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengungkapkan setelah momentum itu, banyak orang mencari payung seperti yang digunakan Presiden.

‎"Tatkala hujan, Presiden pakai payung warna biru akibatnya orang cari payung biru supaya sama dengan Presiden. Padahal waktu itu bukan karena hujan, orang sibuk cari payung yang ada warna biru karena payung itu bekas Presiden Pak SBY (Soesilo Bambang Yudhoyono)," ungkap Wiranto saat memberikan sambutan evaluasi akhir tahun Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Menurut Wiranto, payung yang dipakai Jokowi sempat menjadi viral di media sosial. Hal sama juga ketika Jokowi model bomber ini mengenakan jaket saat menyampaikan sikapnya mengenai aksi 4 November 2016.

"Kenyataanya begitu banyak orang tidak tahu asal-usulnya, tapi diikuti. Persitiwa 411 (Aksi 4 November 2016) Presiden pakai jaket (bermerek) Zara sampai habis terjual. Bahkan ada teman saya tiba-tiba cari ke luar negeri," ungkapnya.

Wiranto menilai masyarakat cenderung akan mengikuti apa yang dikenakan seorang pemimpin yang dianggap pantas menjadi panutan. Oleh karena itu, kata dia, rekrutmen kepemimpinan harus terus diperbaiki.

‎"Maka persetujuan kita adalah pemimpin di indonesia harus punya kualitas kompetensi yang cukup di pusat ataupun daerah," katanya.



(dam)
loading gif
Top