alexa snippet

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Ajang Deradikalisasi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Ajang Deradikalisasi
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Romahurmuziy menghadiri acara peringatan Maulid Nabi SAW, Bogor, Minggu (11/12/2016). Foto/Dok/SINDOnews/Haryudi.
A+ A-
BOGOR - Bahaya radikalisme ajaran agama belakangan ini menjadi perhatian pemerintah karena mengancam keberagaman di Indonesia. Adanya ancaman teror bom di Bekasi menjadi salah satu bukti adanya ancaman nyata dari radikalisasi tersebut.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selain menghidupkan nilai-nilai perjuangan Rasulullah, juga sangat tepat untuk dijadikan deradikalisme. Atas dasar itu partainya melaksanakan peringatan Maulid Nabi SAW secara serentak di seluruh Indonesia.

"Saya menyampaikan kepada seluruh masyarakat maupun kader PPP, jadikan momen Maulid Nabi ini sebagai kontekstualisasi ajaran Nabi Muhammad SAW di tengah kondisi kekinian,” ujar Romahurmuziy usai menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan DPW PPP Jawa Barat di Pondok Pesantren Majelis Taklim Albarkah, Desa/Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Minggu (11/12/2016).

Dirinya sangat menghargai dan menghormati terkait kebebasan berekspresi yang dijamin oleh UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi NKRI. Namun dia mengingatkan, kebebasan berekpresi di tengah keberagaman ini jangan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu.

"Meski bukan negara yang berideologi Islam, tapi jelas Indonesia itu Islami dalam konteks Pancasila yang Islami," ucapnya. (Baca: Pesan JK di Peringatan Maulid Nabi SAW)

Menurutnya deradikalisasi yang tepat adalah dengan cara persuasif, baik melalui diskusi ataupun kegiatan positif lainnya. Dia meminta umat muslim menunjukkan Islam hadir untuk semesta alam.

“Buktikan ajaran Islam yang ramah merangkul segala perbedaan, tidak saling ganggu, intervensi apalagi menista," katanya.



(kur)
loading gif
Top