alexa snippet

IJTI Berkomitmen Kawal Demokrasi di Indonesia

IJTI Berkomitmen Kawal Demokrasi di Indonesia
Ilustrasi lambang IJTI. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengungkapkan, bangsa Indonesia pada Februari 2017 akan melakukan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara serentak. Proses demokrasi ini sudah mulai bergulir dengan diawali masa kampanye.

Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana mengatakan, pers yang menjadi pilar demokrasi ke empat di Indonesia memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga proses demokrasi berjalan sesuai undang-undang dan membuat publik memiliki pemimpin sesuai harapan.

"Produk-produk pers yang beretika dan bertanggung jawab diperlukan untuk memperkokoh proses demokrasi yang sedang berlangsung," kata Yadi Hendriana dalam siaran pers, Kamis (10/11/2016).

Yadi menjelaskan, mengacu pada kondisi di atas, maka pers Indonesia meneguhkan komitmen untuk bersama-sama menjaga proses demokrasi secara benar dan baik.

Berikut komitmen IJTI terhadap proses demokrasi di Indonesia:

1 Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keberagaman dengan mendorong pembangunan manusia yang lebih baik melalui pemberitaan yang positif.

2 Senantiasa menyampaikan berita berimbang, objektif, sesuai kode etik jurnalistik, dan perundangan yang berlaku.

3 Tidak membuat berita yang akan mendorong terciptanya konflik suku, adat istiadat, ras, dan antargolongan (SARA).

4 Selalu menjaga produk pers yang kami buat supaya tidak berimplikasi negatif bagi masyarakat luas.

5 Mendorong semua pihak untuk membangun suasana yang kondusif untuk terciptanya rasa aman bagi masyarakat.

6 Menjunjung tinggi independensi, tidak partisan, dan mencegah kegiatan serta perilaku yang merendahkan harkat dan martabat pers.

Penandatanganan komitmen ini dilakukan hari ini 10 November, oleh para pimpinan media telivisi ini disaksikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Ketua KPI Yuliandre Darwis, Dewan Pers, Ketua Umum IJTI, Sekjen AJI Arfi Bambani.



(maf)
loading gif
Top