alexametrics

Hanura Tuding Pemimpin DPR Salah Satu Aktor Politik Demo 4 November

loading...
Hanura Tuding Pemimpin DPR Salah Satu Aktor Politik Demo 4 November
Ketua DPP Partai Hanura? Dadang Rusdiana?. (dpr.go.id)
A+ A-
JAKARTA - Ketua DPP Partai Hanura‎ Dadang Rusdiana‎ berpendapat, seorang pemimpin DPR yang mendorong impeachment terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu aktor yang menunggangi demonstrasi aksi 'Bela Islam II'. Kendati demikian, dia enggan membeberkan siapa salah satu pemimpin DPR yang dimaksudnya itu.

Menurut Dadang, kerusuhan yang terjadi di depan Istana Merdeka kemarin sore sudah di luar konteks demonstrasi umat Islam yang berlangsung tertib dan damai dari pagi hingga magrib.‎ "Jadi kita dapat pilah bahwa umat Islam yang menuntut penegakan hukum atas dugaan penistaan agama yang dipimpin para ulama itu lurus dan sejuk," ujar Dadang saat dihubungi, Sabtu (5/11/2016).

Akan tetapi, kata dia, kerusuhan sampai pada perlakuan kekerasan terhadap aparat itu sudah mulai tidak murni lagi. Maka, menurut dia, wajar jika Presiden Jokowi menuding ada aktor-aktor politik yang ikut terlibat.



‎Apalagi, lanjut dia, di media sosial berkembang pula penghinaan dan tuntutan untuk melengserkan Presiden Jokowi. "Ataupun ucapan salah seorang pimpinan DPR yang mendorong impeachment terhadap presiden, ini membuktikan bahwa ada aktor politik yang ikut bermain juga," papar sekretaris Fraksi Partai Hanura di DPR ini.

Dadang menambahkan, bahwa ‎pihaknya salut kepada umat Islam yang melakukan demonstrasi aksi 'Bela Islam II' kemarin. "Tapi kita pun sayangkan aktor politik dan pihak-pihak lain yang mencoreng aksi demo menjadi rusuh," ungkapnya.‎‎

Diketahui, sejumlah legislator kemarin ikut melakukan demonstrasi aksi 'Bela Islam II', yakni Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon serta Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak