alexa snippet

Komunitas PR Indonesia Dukung Upaya Bangun Citra Positif Bangsa

Komunitas PR Indonesia Dukung Upaya Bangun Citra Positif Bangsa
Penerima penghargaan Insan PR Indonesia Foto/ISTIMEWA
A+ A-
YOGYAKARTA - Pentingnya membangun citra positif bangsa di mata dunia demi meningkatkan daya saing menjadi sorotan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi mengungkapkan perhatiannya itu dalam rapat terbatas yang digelar di Kantor Kepresidenan, Jakarta, akhir September lalu.

Ketika itu Jokowi mengungkapkan upaya untuk meningkatkan reputasi bangsa bisa dilakukan dengan cara membangun strategi nation branding (citra bangsa), memperbaiki kinerja antarpenyelenggara negara, serta memerlukan peran serta masyarakat.

Langkah membangun reputasi bangsa ini nyatanya sudah menjadi perhatian Majalah PR Indonesia. Bahkan pada pertengahan Juni tahun lalu, PR Indonesia untuk kali pertama mengadakan Jambore Media dan PR Indonesia (Jammpiro) di Bali.

Ketika itu, PR Indonesia sukses menghadirkan 7 PR Gurus. “Pada ajang ini, media dan PR menjadi tokoh utama karena keduanya memiliki keterkaitan tak terpisahkan. Terutama, dalam upaya mendukung pemerintah meningkatkan reputasi,” ujar Founder dan CEO PR Indonesia, Asmono Wikan melalui siaran pers yang diterima Sindonews, Jumat 7 Oktober 2016. 

Tahun ini, agenda yang mempertemukan media dan PR terbesar di Indonesia tersebut berlangsung secara maraton selama tiga hari di Yogyakarta, 4-6 Oktober 2016, dan akan dihadiri sekitar 250 praktisi PR dan media dari seluruh daerah.

Acara yang mengangkat tema Inspirasi Bangsa untuk Masa Depan Indonesia itupun dikemas makin beragam, unik, dan melibatkan multipartisipan. Meliputi media, praktisi, komunitas, mahasiswa PR, hingga para pemegang kebijakan seperti pemimpin korporasi, pemimpin daerah serta pejabat negara. 

Sinergi antara media dan praktisi PR tersebut diawali dengan diskusi panel bertema Melihat Indonesia Masa Depan dari Perspekstif Media Lokal bersama pemimpin redaksi Keudaulatan Rakyat dan Solopos.

Sementara Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo menyampaikan pandangannya dalam diskus bertajuk Kebebasan Pers dan Indonesia Masa Depan. Selanjutnya, 7 PR Gurus secara pararel akan memaparkan pandangannya dalam diksusi bertema Public Relations dan Indonesia Masa Depan.

Di samping sesi konferensi, komunitas, PR Indonesia Youth Booth Camp, dan workshop berbagai tema, acara kian berwarna dengan adanya sesi Pasar Ide. Sesi ini memungkinkan terciptanya interaksi antara korporasi/lembaga selaku penjual ide dengan audiens sebagai pembeli ide.

Jammpiro semakin meriah dengan adanya apresasi insan PR yang diberikan kepada para praktisi PR atas kinerja dan kontribusinya yang menginspirasi publik. Termasuk, memberikan apresiasi terhadap karya mahasiswa PR yang berpartisipasi dalam kompetisi PR Indonesia Rookie Star.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang unjuk gigi bagi pemerintah kota, kabupaten, provinsi, dan korporasi daerah se-Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa atas publisitas yang terpantau di media cetak nasional sepanjang tahun 2015.

Apresiasi bernama Kalimantan PR Indonesia Media Relations Awards (Kalprimas), Sulawesi PR Indonesia  Media Relations Awards (Sulprimas), dan Jawa PR Indonesia Media Relations Awards (Japrimas) itu akan menjadi acara penutup Jammpiro dan dilangsungkan di panggung tertutup Theater Trimurti Kompleks Candi Prambanan.

Acara itu sekaligus melengkapi event regional wilayah Sumatera (Sumprimas) yang sudah lebih dulu diselenggarakan di Batam, akhir Mei lalu. 



(dam)
loading gif
Top