alexametrics

Akhir Tragis Tokoh Direnggut Racun Mematikan

loading...
Saat Putin naik kariernya sebagai birokrat, Tsepov kemudian mendirikan perusahaan keamanan 'Baltik Eskort' di bidang jasa pengawalan pribadi. Tsepov juga dekat dengan petinggi keamanan Presiden dan petinggi FSB, agen intelijen Rusia.

Pada 24 September 2004, Tsepov meninggal mendadak. Investigasi pasca kematian menemukan Tsepov meninggal karena material radioaktif yang belum diketahui.

Akhir Tragis Tokoh Direnggut Racun Mematikan

Stepan Bandera (Politisi Ukraina)
Stepan Bandera adalah pemimpin gerakan nasionalis Ukraina. Pada 15 Oktober 1959, Bandera mendadak sakit di Munich, Jerman, dan meninggal sesaat kemudian.

Pemeriksaan medis menyatakan penyebab kematian Bandera adalah gas sianida. Dua tahun kemudian, 17 November 1961, pengadilan Jerman mengumumkan bahwa Bandera dibunuh oleh agen KGB Bohdan Stashynsky, atas suruhan Kepala KGB Alexander Shelepin dan Pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev.

Akhir Tragis Tokoh Direnggut Racun Mematikan

Theodore Romzha (Uskup di Rusia)
Theodore Romzha adalah uskup gereja katolik Ruthenia. Pada masa Perang Dunia II, dia harus menghadapi Tentara Merah Uni Soviet yang menguasai gereja.

Pada 27 Oktober 1947, kereta kuda yang dinaiki Romzha ditabrak truk militer Soviet, dan tentara yang berpakaian sipil itu mendorong Romzha hingga jatuh. Romzha dibawa ke RS di Uzhorod.

Saat kondisi Romzha mulai membaik, suster perawatnya diganti perawat baru. Tidak lama setelah itu Romzha ditemukan tewas.

Belakangan diketahui dia disuntik dengan racun curare dari tanaman liana. Rencana itu atas perintah pribadi pemimpin Rusia saat itu Nikita Krushchev.

Akhir Tragis Tokoh Direnggut Racun Mematikan

Yuri Petrovich (Jurnalis Rusia)
Yuri Petrovich Shchekochikhin adalah jurnalis investigatif Rusia. Yuri bekerja di koran oposisi Novaya Gazeta.

Yuri meninggal secara mendadak pada Juli 2003. Teman Yuri, Kirril Kaganov, mantan anggota FSB yang bepergian dengannya sebelum meninggal mengatakan, "Secara pribadi saya menghubungi koneksi saya di agen rahasia, dan mengatakan 90% Yuri diracuni dengan talium".

Akhir Tragis Tokoh Direnggut Racun Mematikan

Napoleon Bonaparte (Kaisar Prancis)

Para peneliti Italia menemukan bukti baru bahwa kematian Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte bukan diracun narapidana dari Inggris seperti yang diwartakan dalam sejarah selama ini tetapi kematiannya karena diracun Arsenik.

Tim peneliti gabungan dari Nasional Institut of Nuclear Phsyciss dan University of Pavia, Italia telah meneliti rambut Napoleon dengan menggunakan teknologi nuklir. Kandungan arsenik pada rambutnya cukup tinggi atau di luar batas normal pada umumnya. Napoleon meninggal di Saint Helena, sebuah kepulauan di Atlantik Selatan pada 1812.
halaman ke-2 dari 5
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak