alexa snippet

NU Desak Menag Usut Motif Tarian di Atas Sajadah

NU Desak Menag Usut Motif Tarian di Atas Sajadah
Sajadah menjadi alas tari saat peringatan Hari Amal Bakti di Kantor Kementerian Agama Wilayah DKI Jakarta. (Twitter)
A+ A-
JAKARTA - Nahdlatul Ulama mendesak Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengusut motivasi tarian di atas sajadah saat peringatan Hari Amal Bakti di Kantor Kementerian Agama Wilayah DKI Jakarta. Hal itu perlu dilakukan karena terkait kredibilitas Kementerian Agama.

"Harus ada tindakan tegas jika memang ia bukan berangkat dari ketidak sengajaan. Oleh karena itu, pengusutan secara tuntas ihwal duduk terjadinya tarian di atas karpet bermotif sajadah ini sangat penting untuk mengambil langkah tegas selanjutnya," ujar Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Aizuddin Abdurahman dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Selasa (5/1/2016).

Gus Aiz, sapaan akrab KH. Aizuddin Abdurahman, NU sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Meskipun, karpet bermotif sajadah merupakan produk budaya, tapi yang penting untuk diperhatikan adalah tata krama dan dimensi etis terhadap “sajadah” yang memang merupakan "instrumen” ibadah dalam arti kebudayaan. (Baca: Sajadah untuk Alas Tari, MUI Minta Menag Sanksi Kanwil DKI)

"Secara fikih memang tidak ada masalah, tapi tidak etis. Ditinjau dari sisi moralitas, tentu saja hal itu tidak bisa dibenarkan. Sebab secara simbolik karpet bermotif sajadah yang bergambar masjid tentu indentik dengan tempat ibadah umat Islam. Hal ini memang sangat sensitif," imbuhnya. (Baca: Penjelasan Menag Soal Sajadah Dipakai untuk Alas Kelompok Penari)

Namun PBNU mengimbau umat Islam tidak tergesa-gesa melakukan penilaian sebelum benar-benar mengetahui duduk persoalan. "Umat Islam harus menghindari bersifat reaktif serta reaksioner dalam menyikapi sebuah persoalan, apalagi hal itu jika dibumbui dengan emosi," ujar Gus Aiz.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin diberitakan, telah menyampaikan permohonan maaf melalui surat resminya. Permintaan maaf juga telah disampaikan Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, serta menjelaskan duduk permasalahan yang terjadi di lokasi penyenggaraan HAB Ke-70 tersebut.



(hyk)
loading gif
Top