alexametrics

Ajang IMSS 2015

TNI AL Galang Keamanan Maritim Dunia

loading...
TNI AL Galang Keamanan Maritim Dunia
Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) didampingi KSAL TNI Laksamana TNI Ade Supandi (kiri) dan Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Agung Pramono memberikan keterangan pers seusai membuka Simposium Keamanan Maritim Internasional II di Jakarta kemarin
A+ A-
JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) kembali menggelar International Maritime Security Symposium (IMSS) 2015 di Jakarta.

Kegiatan yang diikuti pemimpin AL negara-negara sahabat ini bertujuan menciptakan keamanan laut. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan, semakin berkembangnya ancaman nontradisional dan kejahatan lintas negara mengakibatkan situasi keamanan laut menjadi lebih kompleks.

”Karena itu, negaranegara di dunia perlu meningkatkan kerja sama untuk menghadapi ancaman terhadap keamanan maritim,” ujarnya saat membuka pelaksanaan IMSS II ini di Jakarta kemarin.



Simposium kemaritiman tingkat internasional yang mengambil tema Maritime Confidence Building and Mutual Cooperation for Peace and Prosperity atau ”Membangun Kepercayaan dan Kerja Sama di Bidang Maritim guna Mencapai Perdamaian dan Kemakmuran Bersama” ini, menurut Ade, memiliki perbedaan dengan pelaksanaan IMSS sebelumnya.

IMSS 2015 ini juga menyoroti perkembangan yang terjadi di Laut China Selatan (LCS). ”Karena LCS tidak hanya berarti masalah bagi yang berada di sekitarnya, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan global. Ada Jepang, Amerika Serikat, kemudian Timur Tengah dan kita sendiri yang berhadapan di situ juga sama,” imbuhnya.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Pertahanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan yang bertindak sebagai pembicara utama mengatakan, ada beberapa poin yang perlu mendapat perhatian. Yang terpenting, membangun kerja sama dan penanganan masalah LCS.

Menurut dia, LCS merupakan salah satu alur laut yang sangat vital. Berdasarkan data yang dimiliki, 90% perdagangan dunia melewati LCS dengan nilai transaksi lebih dari USD16 triliun. Adapun untuk Asia-Pasifik arus perdagangan yang melewati LCS langsung menuju Selat Malaka dan Singapura nilainya mencapai USD5 triliun.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati mengatakan, kegiatan IMSS baik sekali dilaksanakan. Selain bisa menjadi ajang benchmarking maupun pertukaran pengetahuan dan informasi global, juga dapat menjadi ajang diplomasi di bidang kemaritiman. Terlebih pada saat ini Indonesia tengah berupaya menjadi poros maritim dunia.

Idealnya, jika ingin menjadi poros maritim dunia atau menjadi center of gravity maritime, Indonesia harus memiliki pelabuhan internasional terbesar, menjadi pangkalan kapalkapal pesiar, dan menjadi pusat pertumbuhan industri maritim. Indonesia juga harus memiliki pertahanan maritim yang kuat.

”TNI AL juga bisa memainkan perannya mendinginkan ketegangan yang terjadi di LCS. Sangat bisa jika upaya diplomasi dikedepankan, kekhasan TNI AL kan memiliki keunggulan dalam diplomasi,” ujar mantan anggota Komisi I DPR itu.

Sucipto
(ftr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak