alexametrics

PPIH Bentuk Tim Penyisir

loading...
PPIH Bentuk Tim Penyisir
Petugas sedang mempersiapkan perlengkapan di tenda misi haji Indonesia untuk prosesi wukuf di Padang Arafah, Mekkah, kemarin.
A+ A-
MEKKAH - Pemerintah mengerahkan petugas untuk menyisir pemondokan di Mekkah guna mengantisipasi ada jamaah haji yang tertinggal menjelang pergeseran jamaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).

Saat ini Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sedang merampungkan persiapan akhir menjelang pergerakan jamaah haji ke Armina pada Selasa (22/9) mendatang. Puncak haji atau wukuf di Arafah akan berlangsung pada Rabu (23/9), sesuai keputusan Pemerintah Arab Saudi yang telah menetapkan Idul Adha pada Kamis (24/9), wukuf berlangsung sehari sebelumnya.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin saat memimpin rapat koordinasi Satuan Operasional Armina di Kantor PPIH Daerah Kerja (Daker) Mekkah mengingatkan, akan ada tiga kali sweeping yang dilakukan petugas saat jamaah haji berada di Armina. ”Sweeping ini harus dilakukan secara masif dan betul-betul bersih sehingga bisa dipastikan tidak ada jamaah haji yang tertinggal,” ujarnya didampingi 11 anggota Amirul Hajj.



Menurut dia, sweeping pertama dilakukan pada 8 Zulhijah malam di sembilan sektor pemondokan jamaah haji di Mekkah. Semua jamaah harus dipastikan sudah bergerak ke Arafah, kecuali yang sedang sakit dan dirawat di Balai Pengobatan Haji (BPIH) atau Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Dia mengingatkan, standar operasional prosedur (SOP) dalam sweeping ini harus dijalankan dan menjadi perhatian bersama.

Penyisiran kedua dilakukan pada 9 Zulhijah malam. Saat itu seluruh jamaah sedang diarahkan untuk bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah. ”Pada malam itu, saya minta petugas memastikan bahwa tidak ada satu pun jamaah kita yang masih tertinggal di Arafah. Semua harus sudah menuju Mina melalui Muzdalifah,” tandas dia.

Penyisiran ketiga dilakukan 12 Zulhijah malam untuk memastikan semua jamaah telah meninggalkan kawasan Mina. Menag Lukman meminta agar para petugas bimbingan manasik dapat memaksimalkan sisa waktu menjelang puncak haji untuk membimbing jamaah. Dia memandang perlu dibikin pokok bahasan materi manasik bimbingan haji serta ditambah hikmah dari wukuf.

Sementara itu, Kepala Satuan Operasional Armina, Abu Haris menjelaskan, jamaah akan diberangkatkan dalam tiga tahap. Untuk tahap pertama berangkat pukul 08.00 waktu Arab Saudi (WAS), tahap kedua pukul 12.00, sedangkan tahap ketiga pukul 16.00. Jamaah Indonesia akan menempati 52 maktab.

Setiap maktab akan menyediakan 20- 21 bus untuk membawa jamaah haji Indonesia dari pemondokan menuju Arafah. Seluruh jamaah haji Indonesia diharapkan pada pukul 22.00- 24.00 sudah diberangkatkan ke Arafah. Setelah wukuf selesai, jamaah akan diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah selepas magrib.

Jamaah akan diangkut dengan 9-10 bus. Pengurangan jumlah bus ini karena bus rutenya bolakbalik. ”Meski demikian, ada saja jamaah yang tidak mau bergerak ke Muzdalifah terlebih dahulu, sampai tengah malam. Karena itu, perjalanan dari Arafah ke Muzdalifah akan dilakukan sesuai urutan agar lancar,” tegasnya.

Selain itu, Abu Haris meminta petugas sektor 1-6 selama di Mina membuka pelayanan untuk mengantisipasi banyak jamaah yang pulang ke pemondokan setelah melempar jumrah atau jamarat.

Laporan Wartawan KORAN SINDO SUNU HASTORO F MEKKAH
(ftr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak