Mahalnya Biaya Pilpres Picu Masuknya Intervensi Asing

Jum'at, 06 Juni 2014 - 15:47 WIB
Mahalnya Biaya Pilpres...
Mahalnya Biaya Pilpres Picu Masuknya Intervensi Asing
A A A
JAKARTA - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai, biaya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 yang cukup besar, bisa membuat para kontestan, mencari bantuan dari pihak asing dan pemilik modal.

Seperti diketahui, terdapat dua capres dan cawapres. Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa berada di nomor urut satu. Sedangkan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) menempati nomor urut dua.

Dirinya berpendapat, capres yang disuntik dari bantuan asing tentu saja membuat bangsa tak akan berdaulat secara ekonomi dan politik kedepannya.

"Artinya presiden terpilih dikendalikan oleh pemilik modal atau aktor asing," kata Pangi Syarwi kepada Sindonews, Jumat (6/6/2014).

Menurut dia, aktor ekonomi dan aktor politik, seringkali terjadi perkawinan, pelaku ekonomi (pengusaha) mencari kepuasan materil.

"Yaitu, bagaimana kepentingan bisnis mereka lancar, mendapatkan izin untuk mengelola sumber daya alam di daerah tersebut," ucapnya.

Sementara pelaku politik (penguasa), ujar dia, membutuhkan uang untuk biaya kampanye yang cukup besar. Maka terjadilah interaksi yang kuat antara pemilik modal dengan penguasa.

"Sumbangan bantuan biaya pilpres oleh pengusaha dan asing tidak ada yang gratis. Eksploitasi sumber daya alam menjadi magnet bagi pihak asing dan pengusaha mengeluarkan banyak bantuan untuk capres dan cawapres," ungkapnya.

Jika demikian, menurut dia, terjadilah persekongkolan antara kaum borjuis nasional dalam sebuah struktur ekonomi dan politik. Dia berharap, semoga pada pilpres kali ini, capres dan cawapres pilihan rakyat terlepas dari lilitan pemilik modal.

"Sebagaimana dicatat oleh Richard Robinson, beroperasinya negara Orde Baru di antaranya ditandai oleh kepentingan para birokrat politik sebagai partner dan sekutu dari para pemodal," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Biaya Kuliah Kedokteran...
Biaya Kuliah Kedokteran di UI, UGM, Unpad, dan Unair di SNBT 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved