Penahanan Anas pesanan kubu SBY?
Sabtu, 11 Januari 2014 - 06:33 WIB
Penahanan Anas pesanan kubu SBY?
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang menyebutkan bahwa penahanan dirinya sebagai kado tahun baru 2014 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai memiliki makna politik tingkat tinggi.
Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo berpendapat, Anas memiliki kemampuan komunikasi politik tingkat tinggi.
Dikatakan Karyono, gaya komunikasi politik semiotika yang dipadukan dengan kultur Jawa menjadi ciri khas Anas. Dengan menggunakan bahasa yang halus namun maknanya tajam.
"Pernyataan Anas soal kado tahun baru untuk SBY atas penahanannya itu bisa ditafsirkan sebagai pesan politik dari Anas untuk membangun opini publik, bahwa penahanannya merupakan keinginan kubu SBY," ujar Karyono kepada Sindonews, Jumat 10 Januari 2014 malam.
Seperti diketahui, selain menyampaikan terima kasih kepada Presiden SBY, Anas juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua KPK Abraham Samad dan penyidik KPK.
"Dari ungkapan tersebut, bisa bermakna, bahwa Anas ingin membentuk opini melalui pesan politik, bahwa ada skenario antara Cikeas yang melibatkan oknum KPK untuk memenjarakan dirinya," katanya.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, tersangka kasus proyek Sport Center Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat 10 Januari 2014. Mantan komisioner KPU itu ditahan di rumah tahanan (Rutan) KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Baca berita:
Keluarga nilai penahanan Anas sarat muatan politis
Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo berpendapat, Anas memiliki kemampuan komunikasi politik tingkat tinggi.
Dikatakan Karyono, gaya komunikasi politik semiotika yang dipadukan dengan kultur Jawa menjadi ciri khas Anas. Dengan menggunakan bahasa yang halus namun maknanya tajam.
"Pernyataan Anas soal kado tahun baru untuk SBY atas penahanannya itu bisa ditafsirkan sebagai pesan politik dari Anas untuk membangun opini publik, bahwa penahanannya merupakan keinginan kubu SBY," ujar Karyono kepada Sindonews, Jumat 10 Januari 2014 malam.
Seperti diketahui, selain menyampaikan terima kasih kepada Presiden SBY, Anas juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua KPK Abraham Samad dan penyidik KPK.
"Dari ungkapan tersebut, bisa bermakna, bahwa Anas ingin membentuk opini melalui pesan politik, bahwa ada skenario antara Cikeas yang melibatkan oknum KPK untuk memenjarakan dirinya," katanya.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, tersangka kasus proyek Sport Center Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat 10 Januari 2014. Mantan komisioner KPU itu ditahan di rumah tahanan (Rutan) KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Baca berita:
Keluarga nilai penahanan Anas sarat muatan politis
(kri)