Mengubah Paradigma untuk Keselamatan Pelayaran

Kamis, 12 Juli 2018 - 09:00 WIB
A A A
Sementara itu, badan klasifikasi bertanggung jawab terhadap pengawasan kesesuaian kondisi teknis kapal terhadap standarnya. Badan ini secara periodik memeriksa kondisi kapal dan menerbitkan atau menahan sertifikat kapal. Profesionalisme dan integritas karyawan di lembaga ini sangat berpengaruh pada kualitas kapal.

Dari sisi penumpang juga memiliki andil sangat besar dalam keselamatan pelayaran. Penumpang harus mengikuti instruksi pihak berwenang dan semua ketentuan keselamatan pelayaran. Sebagai contoh, ada perilaku penumpang tidak mengindahkan keselamatan pelayaran pada kapal ferry jenis Ro-Ro. Penumpang banyak yang tetap berada di dalam kendaraan selama pelayaran. Kebiasaan ini sangat berbahaya. Pada keadaan darurat, maka penumpang akan kesulitan keluar dari kendaraan jika jarak antar­kendaraan terlalu dekat. Saat kapal mengalami oleng, kendaraan dapat bergeser atau terguling. Penumpang pun makin sulit untuk selamat.

Pihak lain yang turut berkontribusi pada peningkatan keselamatan pelayaran adalah institusi pendidikan. Perlu penemuan ide dan metode baru, termasuk inovasi teknologi lain yang bisa meningkatkan keakuratan rancangan, pengawasan konstruksi, maupun metode kerja yang lebih baik.

Cara paling ampuh untuk mendongkrak keselamatan pelayaran adalah mengubah paradigma, yakni mengubah cara berpikir bahwa keselamatan pelayaran hanya tanggung jawab institusi/organisasi tertentu saja. Semua stakeholder pelayaran memiliki andil pada keselamatan pelayaran. Ketidakpatuhan pada aspek keselamatan kapal memiliki konsekuensi sangat besar, yakni ancaman terhadap puluhan bahkan ratusan nyawa penumpang kapal. Iklim/cuaca ke depan tidak makin ramah, tetapi justru menaikkan risiko pada keselamatan pelayaran. Semua yang terlibat harus berkontribusi memperkecil risiko kecelakaan di laut, tanpa harus mengandalkan pihak lain.
(wib)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1123 seconds (11.252#12.26)