PDIP Merespons Keinginan SBY agar Demokrat Tak Diserang

Selasa, 05 April 2016 - 13:50 WIB
PDIP Merespons Keinginan...
PDIP Merespons Keinginan SBY agar Demokrat Tak Diserang
A A A
JAKARTA - Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)‎ yang meminta agar partainya tidak diganggu dan diserang secara berlebihan mendapat sindiran.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP adalah partai yang ikut melahirkan demokrasi dan mengantarkan demokrasi ke tengah rakyat. Karena itu lanjut dia, PDIP tidak ‎pernah antikritikan.

"Pemimpin kita selalu memegang teguh prinsip demokrasi, beliau selalu bersikap tegar meski badai pengkhianatan menerjang," kata Hasto di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2016).

Hasto menjelaskan mengatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga kokoh berdiri sebagai pemimpin. Bagi Megawati, kata Hasto, berpolitik adalah ‎tradisi membangun organisasi dengan merespons berbagai kritik.

"Sementara di luar sana, ada pemimpin yang memohon agar partainya dijauhkan dari serangan dan kritik," ‎sindirnya.

Dia menambahkan, partainya percaya melalui cara kritik dan otokritik, PDIP tetap berada pada jalan kerakyatan.

"Sebab kita tidak menutup mata bahwa kecenderungan penyalahgunaan memang besar, karena itu Ibu Megawati selalu mengingatkan bangunlah politik yang berkeadaban, politik yang berpihak pada wong cilik," imbuhnya.

Maka itu sambung dia, siapapun kader PDIP yang tertangkap tangan menyalahgunakan kekuasaan, ‎akan dipecat seketika.

‎"Pada kesempatan yang baik ini, kami ingin merespons berbagai kritik yang diberikan terhadap pemerintahan Presiden Jokowi, terkait dengan anggapan sebagian orang bahwa kabinet kerja ini dianggap gaduh dan tak mampu berkoordinasi, bahkan mantan Presiden SBY menyindir hal itu beberapa kali," ujar Hasto.

Dia menegaskan, PDIP menghormati kritik yang disampaikan oleh SBY. "Namun perlu kami sampaikan bahwa cara berpolitik PDIP adalah berpolitik terbuka," ungkapnya.

Hasto menuturkan, politik panggung ‎terbuka ini akan tetap jauh lebih baik daripada panggung tertutup. Di mana, politik panggung tertutup nampaknya santun, namun penuh dengan berbagai skenario korupsi dan manipulasi demokrasi melalui pemilu.

Diketahui, saat menutup penataran pimpinan dan kader ‎Partai Demokrat bertajuk 'Negara, Pemerintahan dan Sistem nasional' di Bogor, Sabtu 2 April 2016, SBY meminta agar partainya tidak diganggu dan diserang secara berlebihan.
(maf)
Berita Terkait
Hasnaeni si Wanita Emas...
Hasnaeni si Wanita Emas di Antara PDIP dan Demokrat, Hasto Ngaku Tak Kenal
Orang PDIP Sebut Oposan...
Orang PDIP Sebut Oposan Sumbang, Politikus Demokrat Bilang Pejabat Jangan Alergi Kritik
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Megawati Dituduh Gulingkan...
Megawati Dituduh Gulingkan Gus Dur, PDIP Siapkan Langkah
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Tanda Terjadinya Malam...
Tanda Terjadinya Malam Lailatul Qadar, Penting Diketahui agar Memaksimalkan Ibadah!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved