Komisi III DPR Minta Kapolri Jelaskan Alasan Buwas Dicopot
Sabtu, 05 September 2015 - 06:59 WIB
Komisi III DPR Minta Kapolri Jelaskan Alasan Buwas Dicopot
A
A
A
JAKARTA - Komisi III DPR segera memanggil dan meminta penjelasan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti terkait rotasi Komjen Pol Budi Waseso dari posisi Kabareskrim ke Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Anggota Komisi III Dossy Iskandar Prasetyo menilai, ada tiga ihwal yang harus diperhatikan dalam pencopotan Budi Waseso (Buwas) dari jabatan Kabareskrim yang digantikan Komjen Anang Iskandar.
Pertama, dari perspektif pimpinan Polri rotasi atau mutasi kepemimpinan merupakan aktivitas rutin dan biasa saja. Karena semuanya lewat mekanisme Wanjakti.
"Artinya rotasi atau mutasi tidak hanya terjadi pada Buwas atau Anang semata. Beberapa jabatan penting di dalam tubuh Polri selalu terjadi. Kedua, pergantian atau mutasi Buwas harus juga diperhatikan alasan logisnya," kata Dossy saat dihubungi Koran SINDO, Jumat 4 September 2015.
"Saya pikir bisa saja (Komisi III meminta penjelasan Kapolri), sampai pada tingkat pansus mungkin saja. Paling tidak nanti dengan meminta penjelasan dari Kapolri itu kita tahu alasan Kapolri apa memimpin Wanjakti, terutama (mutasi) kepada Pak Budi Waseso. Dengan begitu nanti kita melihat dengan jernih ada unsur apa atau memang itu murni," imbuh politikus Partai Hanura itu.
Di sisi lain, untuk saat ini Dossy mencoba berpikir positif atas langkah Kapolri merotasi posisi Buwas dan Komjen Anang Iskandar. Dia masih punya keyakinan Badrodin selaku Kapolri merupakan orang yang taat asas.
"Keyakinan itu dilihat Dossy karena dalam perjalanan kepemimpinannya Badrodin selalu taat asas. Hanya saja sekali lagi Kapolri harus bisa menjelaskan alasan pencopotan Buwas," ungkapnya.
"Jadi pergantiannya wajar, hanya saja alasannya itu, prakondisinya itu yang nggak cocok," tambahnya.
Pilihan:
Fadli Zon Bongkar Manuver PAN & Kegagalan Pemerintah Jokowi
Anggota Komisi III Dossy Iskandar Prasetyo menilai, ada tiga ihwal yang harus diperhatikan dalam pencopotan Budi Waseso (Buwas) dari jabatan Kabareskrim yang digantikan Komjen Anang Iskandar.
Pertama, dari perspektif pimpinan Polri rotasi atau mutasi kepemimpinan merupakan aktivitas rutin dan biasa saja. Karena semuanya lewat mekanisme Wanjakti.
"Artinya rotasi atau mutasi tidak hanya terjadi pada Buwas atau Anang semata. Beberapa jabatan penting di dalam tubuh Polri selalu terjadi. Kedua, pergantian atau mutasi Buwas harus juga diperhatikan alasan logisnya," kata Dossy saat dihubungi Koran SINDO, Jumat 4 September 2015.
"Saya pikir bisa saja (Komisi III meminta penjelasan Kapolri), sampai pada tingkat pansus mungkin saja. Paling tidak nanti dengan meminta penjelasan dari Kapolri itu kita tahu alasan Kapolri apa memimpin Wanjakti, terutama (mutasi) kepada Pak Budi Waseso. Dengan begitu nanti kita melihat dengan jernih ada unsur apa atau memang itu murni," imbuh politikus Partai Hanura itu.
Di sisi lain, untuk saat ini Dossy mencoba berpikir positif atas langkah Kapolri merotasi posisi Buwas dan Komjen Anang Iskandar. Dia masih punya keyakinan Badrodin selaku Kapolri merupakan orang yang taat asas.
"Keyakinan itu dilihat Dossy karena dalam perjalanan kepemimpinannya Badrodin selalu taat asas. Hanya saja sekali lagi Kapolri harus bisa menjelaskan alasan pencopotan Buwas," ungkapnya.
"Jadi pergantiannya wajar, hanya saja alasannya itu, prakondisinya itu yang nggak cocok," tambahnya.
Pilihan:
Fadli Zon Bongkar Manuver PAN & Kegagalan Pemerintah Jokowi
(maf)