Politik

Golput meningkat, Pemilu 2014 kritis

Rabu,  20 November 2013  −  16:26 WIB
Golput meningkat, Pemilu 2014 kritis
Ilustrasi, (SINDOnews).

Sindonews.com - Data terakhir pada 2009, jumlah golongan putih (golput) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 mencapai 29,6 persen. Jumlah yang makin meningkat dibanding pemilu sebelumnya, disinyalir akibat ulah buruk perilaku para elite politik.

"Saat ini kondisi Indonesia hampir karam dan membuat frustasi," kata Sosiolog Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir kepada wartawan, di Yogyakarta, Rabu (20/11/2013).

"Pelaksanaan Pemilu 2014 juga akan mendekati masa kritis, karena jumlah golput diperkirakan akan mencapai 40 persen. Hal ini dikarenakan budaya politik masyarakat menjadi apatis dan memandang pemilu bukanlah perayaan penting bahkan cenderung tidak bermanfaat bagi kelangsungan hidup mereka," imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah permasalahan yang terjadi menjelang Pemilu 2014 mendatang, seperti polemik penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Kemudian adanya 10,4 juta data pemilih bermasalah, lantaran tak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), membuat banyak pihak pesimis, jika Pemilu 2014 bisa mulus diadakan.

Pemerhati pemilu dari Lingkar Madani Untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti mengatakan, munculnya permasalahan tersebut, membuat masyarakat menjadi kurang perhatian terhadap proses demokrasi tersebut.

"Minat orang rendah terhadap pemilu membuat masyarakat makin tak tertarik dengan pemilu, hal
itu secara umum sudah terlihat di beberapa pilkada (pemilihan kepala daerah), rata-rata itu
sudah terbaca," kata Ray, saat dihubungi Sindonews, Sabtu 9 November 2013.

Berita terkait:
Pemilu 2014 penuh polemik, masyarakat makin jengah.


(maf)

views: 2.959x

 

shadow