Hankam

RI minta Australia selesaikan masalah penyadapan

Selasa,  19 November 2013  −  20:14 WIB
RI minta Australia selesaikan masalah penyadapan
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa (Dok. SINDOphoto).

Sindonews.com - Pemerintah Indonesia mendesak Pemerintah Australia untuk mencari jalan penyelesaian mengenai masalah penyadapan yang diduga dilakukan intelijen Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta beberapa pejabat lainnya.

"Intinya sekali lagi, ini bukan kita yang membawa masalah ini, melainkan pihak Australia. Sehingga pihak Australia yang harus cari jalan penyelesaian ini dengan baik," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/11/2013).

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa selama ini Indonesia tak memiliki musuh dengan masyarakat dunia.

"Kita tidak ada permusuhan kepada siapapun juga di kawasan ini, apalagi dengan rakyat Australia yang sudah memiliki persaudaraan dengan baik. Ini adalah penggunaan atau cara pengumpulan intelijen informasi yang telah ada sedikit," katanya.

Sebelumnya diberitakan Radio Australia, materi intelijen yang dibocorkan Edward Snowden mengungkap Australia ternyata menyadap pembicaraan telepon Presiden SBY dan sejumlah pejabat lainnya di tahun 2009. Data itu juga menunjukkan jenis-jenis telepon pejabat Indonesia yang disadap Australia.

Penyadapan juga ditujukan bagi pejabat dan orang dekat SBY. Mereka adalah istri SBY, Ani Yudhoyono, Wapres Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, Jubir Presiden Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng, Mensesneg Hatta Rajasa, Menko Ekuin Sri Mulyani, Menko Polhukam Widodo AS, dan Menteri BUMN Sofyan Djalil.

Lawan penyadapan dengan pembenahan


(lal)

views: 1.414x

 

shadow