Politik

Krismon faktor lain penyebab golput

Sabtu,  9 November 2013  −  08:10 WIB
Krismon faktor lain penyebab golput
Ilustrasi, (SINDOphoto).

Sindonews.com - Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, sejumlah masalah bermunculan. Sebut saja polemik soal penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Kemudian adanya 10,4 juta data pemilih bermasalah, lantaran tak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Hal ini justru memicu golongan putih (golput) semakin meningkat.

"Munculnya suara golput 30 persen itu bukan hanya karena faktor berbagai masalah dengan
pemilu, kejenuhan dan hasil yang mengecewakan dari pemilu saja, namun karena dampak krisis
moneter (krismon)," kata pemerhati pemilu Lingkar Madani Untuk Indonesia (Lima) Ray
Rangkuti, saat dihubungi Sindonews, Sabtu (9/11/2013).

"Di mana-mana harga barang naik, orang juga tidak terlalu menganggap penting pemilu dan
minat masyarakat untuk datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) pun juga menjadi berkurang," imbuhnya.

Menurut Ray, dia memprediksi, antusiasme masyarakat terhadap Pemilu 2014 sudah sangat
berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya.

"Berbeda dengan dulu, jika hampir sebagian masyarakat begitu antusias untuk mencoblos, namun saat ini, meski dikasih Rp50 ribu pun, masyarakat berpikir kembali. Dia pasti akan mendahulukan kepentingannya yang lebih menghasilkan, ketimbang harus mencoblos," pungkasnya.

Berita terkait:
Golput muncul karena output pemilu mengecewakan.


(maf)

views: 1.353x

 

shadow