7 tahun Ratu Atut absen lapor LHKPN

7 tahun Ratu Atut absen lapor LHKPN
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah (Ist)
A+ A-
Sindonews.com - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, kakak kandung tersangka TB Chaery Wardana alias Wawan selama tujuh tahun tidak pernah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pasalnya, dalam laman http://acch.kpk.go.id/ status laporan LHKPN Atut ini tertanggal 6 Oktober 2006 dan disahkan Deputi Bidang Pencegahan dan Direktur LHKPN pada 5 September 2011.

Laporan disampaikan Ratu Atut dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Banten periode 2007-2012. Atut kini sebenarnya menjabat sebagai Gubernur Banten 2012-2017 atau periode kedua. Sebelum laporan tertanggal 6 Oktober 2006 itu, Atut pernah menyampaikan laporan pada 1 Oktober 2002.

LHKPN yang terdiri dari 21 halaman ini diakses SINDO pada Jumat (4/10/13). Laporan kekayaan Ratu Atut cukup mencenggangkan. Jumlah total harta kekayaannya 41.937.757.809. Dalam lembaran LHKPN, Atut tidak memiliki uang dalam bentuk dolar.

Harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan berjumlah total Rp19.160.418.750. Tanah dan bangunan politikus Golkar ini tercatat ada 122. Tanah dengan bidang tanah-bangunan terluas yakni 131.410 meter persegi dan ukuran terkecil 206 meter persegi.

122 tanah dan bangunan itu tersebar mulai dari Bandung, Cirebon, Serang, Pandeglang, Jakarta Barat. Keseluruhan tanah ini tertulis sebagai hasil perolehan sendiri.

Harta bergerak berupa alat transportasi dan alat mesin lainnya berjumlah total Rp3.931.463.539. Atut memilik 38 jenis kendaraan, mulai dari motor hingga mobil. Beberapa mobil yang dimilikinya yakni, mobil Merk CJ 7 tahun 1981, berasal dari perolehan sendiri tahun 1989, mobil Daihatsu Taft tahun 1992, perolehan sendiri tahun 1994, mobil Isuzu Panther 1991, berasal dari hasil sendiri pada 1991.


Selanjutnya...
dibaca 1.981x
Halaman 1 dari 3
Top