Sosial & Budaya

Konvensi UN hanya ajang penghamburan uang rakyat

Rabu,  11 September 2013  −  05:06 WIB
Konvensi UN hanya ajang penghamburan uang rakyat
Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti (Dok Okezone)

Sindonews.com - Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Kemendikbud Ibnu Hamad menambahkan, semua pihak yang kontra baik yang sering mengkritik ujian nasional (UN) di media ataupun diskusi akan diundang ke konvensi.

Undangan segera akan dikirim dan pihaknya berharap mereka dapat memberikan masukan positif untuk penyelenggaraan UN.

"Walaupun tidak ada kepastian yang diundang itu datang atau tidak namun akan kami pastikan mereka diundang. Baik yang sering nulis di koran atau berbicara di televisi," ujar Guru Besar Ilmu Komunikasi UI ini kepada SINDO, Selasa (10/9/2013) malam.

Sementara Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengaku belum mendapat undangan ikut konvensi UN yang sedianya dilaksanakan di Jakarta tersebut. Bahkan, dia pesimis Kemendikbud akan mengundangnya karena sejak bertahun-tahun lamanya dia menjadi penentang dan penolak UN.

“Ya mungkin juga saya tidak terpilih dalam daftar undangan,” katanya kepada SINDO kemarin.

Lebih lanjut, Retno berpendapat, pihaknya sudah menduga jika tujuan pemerintah mengadakan konvensi ialah untuk mencari format UN. Apalagi pemerintah selama ini memang tidak pernah mendengarkan pendapat non pemerintah mengenai buruknya UN.

Dengan tegas dia menilai jika konvensi ini hanya formalitas belaka dan ajang penghamburan uang rakyat. “Karena target menteri hanya anggaran harus terpakai. Soal efektif dan berdampak terhadap perbaikan pendidikan itu urusan ke seratus,” ungkapnya.


(kri)

views: 1.350x

 

shadow