Sosial & Budaya

Berantas buta aksara, Indonesia gelontorkan Rp48,01 miliar

Rabu,  21 Agustus 2013  −  02:01 WIB
Berantas buta aksara, Indonesia gelontorkan Rp48,01 miliar
Ilustrasi.

Sindonews.com - Untuk menuntaskan program buta aksara, tahun ini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal Informal (PAUDNI), mengganggarkan bantuan sebesar Rp48,01 miliar.

Bantuan ini diprioritaskan bagi daerah terpadat buta aksara di Indonesia, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Papua Barat, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tengggara Barat (NTB), Sulawesi Tenggara.

Di provinsi-provinsi tersebut terdapat 34 kabupaten/kota yang memiliki angka buta aksara tertinggi.  “Penduduk buta aksara umumnya tinggal di daerah perdesaan seperti petani kecil, buruh, nelayan dan kelompok masyarakat miskin perkotaan,” kata Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal Informal (PAUDNI) Lydia Freyani Hawadie di Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Sebelumnya, UNESCO Instutite for Lifelong Learning (UIL), menjadikan Indonesia sebagai panutan (role model) pemberantasan tuna aksara. Indonesia berhasil menuntaskan target pemberantasan tuna aksara lebih cepat.

Indonesia mendapat gelar kehormatan ini karena target penyandang buta aksara sebesar 7,5 juta orang pada tahun 2015, sudah dapat dituntaskan pada tahun 2010. Bahkan, pada tahun 2011, jumlah buta aksara sudah berkurang menjadi 6,7 juta orang.


(stb)

views: 1.459x
Bagikan artikel ini :

 

shadow