Politik

Capres ideal, PDIP bantah Jokowi sibuk pencitraan

Senin,  15 Juli 2013  −  10:29 WIB
Capres ideal, PDIP bantah Jokowi sibuk pencitraan
Gubernur DKI Joko Widodo (Dok. SINDOphoto)

Sindonews.com - Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi kembali menempati urutan teratas sebagai calon presiden (capres) 2014 paling ideal, berdasarkan hasil survei Institute for Transformation Studies (Intrans).

Mengomentari hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo menegaskan, jika program kerja yang dilakukan kadernya sebagai kepala daerah bukan bagian dari pencitraan guna dipersiapkan untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.

"Jokowi sebagai kader partai yang saya pahami tentunya tidak melakukan pencitraan terkait Pilpres," kata Tjahjo saat dihubungi wartawan, Senin (15/7/2013).

Lanjut dia, apa yang diperoleh pria asal Solo itu merupakan hasil kerjanya sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam melaksanakan janji kampanye kepada masyarakat.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga menekankan jika aksi blusukan yang dilakukan Jokowi merupakan juga bagian dari pengawasan untuk memastikan koordinasi berjalan dengan baik dalam membangun Ibukota.

"Langkah-langkahnya yang terpublikasi media semata melaksanakan tugas politiknya sebagai Gubernur DKI Jakarta terpilih di dalam menjabarkan janji-janji kampanye Pilkada."

"(Dalam) melakukan reformasi pembangunan secara cepat terpadu terkoordinasi dengan baik di DKI Jakarta," tuntasnya.

Sekadar informasi, Intrans merilis hasil survei kualitatif dan menyebut jika Jokowi merupakan capres yang paling ideal dengan urutan pertama mengalahkan mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla serta Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Setelah Megawati, nama capres ideal lainnya adalah Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Wiranto, Mahfud MD, Surya Paloh, Dahlan Iskan dan Gita Wirjawan.



(lal)

views: 1.127x

 

shadow