Politik

PKS diminta gentle dalam berpolitik

Kamis,  6 Juni 2013  −  19:10 WIB
PKS diminta gentle dalam berpolitik
Sutan Bhatoegana, (SINDOphoto).

Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diminta berani mengambil keputusan jika sudah tidak mau mendukung Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, lebih baik keluar dari pada dikeluarkan.

"Harus mengambil sikap lebih gentle keluar Setgab (Sekretariat Gabungan), kalau dikeluarkan tidak dapat simpati kurang bagus," ucap Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Sutan Bathoegana saat dihubungi Sindonews, Kamis (6/6/2013).

Sutan mengibaratkan, dengan seorang pelajar, jika dikeluarkan dari sekolahnya, maka akan kurang bagus terhadap citranya, begitu juga dengan PKS. "Secara pribadi tetap teman, secara intitusi kita tidak bisa bilang apa-apa," kata Ketua Komisi VII DPR ini.

Mengenai nasib PKS di Setgab, Sutan menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum Partai Demokrat SBY. Menurut Sutan, terkait hal ini harus ada keputusan tegas. "Sudah saatnya mereka (PKS) mengundurkan diri atau Pak SBY bersikap tegas, capek juga kita," pungkasnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Boediono memimpin rapat Setgab di rumah dinasnya, Selasa 4 Juni 2013, malam. Rapat yang dimulai pukul 20.00 WIB itu, dihadiri para elite partai yang tergabung dalam Setgab partai koalisi pendukung Pemerintahan SBY.

"Pak Wapres mendapat tugas dari Bapak Presiden untuk memberi penjelasan secara terperinci mengenai rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kebetulan revisi anggaran," kata Juru Bicara Wapres Boediono, Yopie Hidayat melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa malam.

Pada kesempatan itu, PKS tidak menghadiri undangan rapat Setgab di rumah dinas Wapres Boediono. "PKS tidak hadir," ucap Yopie.


(maf)

views: 3.101x

 

shadow