Politik

LSN: Mayoritas publik tolak kenaikan harga BBM

Minggu,  2 Juni 2013  −  15:28 WIB
LSN: Mayoritas publik tolak kenaikan harga BBM
Ilustrasi (Istimewa)

Sindonews.com - Pemerintah berencana akan segera menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Namun, dari hasil survei terbaru Lembaga Survei Nasional (LSN) yang dilaksanakan tanggal 1 hingga 10 Mei 2013 di 33 Provinsi diseluruh Indonesia, mayoritas masyarakat menolak rencana kebijakan pemerintah tersebut.

"86,1 persen responden atau mayoritas mutlak masyarakat mengaku tidak setuju alias menolak rencana kenaikan harga BBM," ujar Peneliti Utama LSN Dipa Pradipta di Restoran Pulau Dua, Jalan Gatot Subroto, Taman Ria Senayan, Jakarta, Minggu (2/6/2013).

Ia mejelaskan, publik beralasan selain akan memberatkan rakyat kecil, kenaikan harga BBM akan dijadikan pintu masuk yang paling logis untuk meluncurkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang sarat dengan muatan politik praktis.

"Hanya 12,4 persen yang mengaku setuju terhadap kebijakan pemerintah itu," katanya. Sedangkan responden yang menyatakan tidak tahu hanya sebanyak 1,5 persen.

Seperti diketahui, populasi dari survei LSN adalah seluruh penduduk Indonesia yang telah berusia 17 tahun ke atas atau belum berusia 17 tahun namun sudah menikah.

Jumlah sampel sebanyak 1230 responden yang diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rambang berjenjang (multistage random sampling). Simpangan kesalahan (margin of error) sebesar 2,8 persen dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) 95 persen.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan responden dengan berpedoman quesioner. Survei ini dilengkapi dengan riset kualitatif melalui wawancara mendalam (depth-interview) dan analisis media.


(kri)

views: 2.152x

 

shadow