Kepengurusan baru Demokrat rasionalisasi sentralisme SBY

Kepengurusan baru Demokrat rasionalisasi sentralisme SBY
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Ist)
A+ A-
Sindonews.com - Menindaklanjuti hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Bali akhir Maret lalu yang memilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum (Ketum) secara aklamasi, partai berlambang mercy ini akhirnya mengumumkan struktur kepengurusan partai yang baru.

Tak hanya semakin gemuk, susunan pengurus inti baru Partai Demokrat juga diisi muka-muka baru. Bagaimana pengamat menilai komposisi baru tersebut?

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus tidak terlalu mengapresiasi positif susunan kepengurusan Partai Demokrat yang baru. Meski diisi beberapa wajah baru, menurutnya kepengurusan tetap didominasi wajah lama.

"Dikatakan baru tentu bukan karena personil kepengurusan Demokrat yang diumumkan hari ini diisi dengan wajah-wajah baru hasil perombakan total SBY. Tidak. Wajah-wajah pengurus DPP Partai Demokrat masih mayoritas dari kepengurusan sebelumnya ketika Anas Urbaningrum menjadi Ketum," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Senin (22/4/2013).

Ia menilai, yang baru dalam kepengurusan Partai Demokrat hanya posisi ketum dan beberapa posisi lain yang personilnya ditambah atau posisi baru yang dibangun untuk merasionalisasi sentralisme kekuasaan yang dibangun SBY.

Dengan kata lain, lanjutnya, sebenarnya SBY hanya mengokohkan niat pengurus lama untuk bekerja di bawah kendalinya hingga tahun 2015 mendatang.

"Beberapa nama seperti Mirwan Amir dan Gede Pasek tentu tak muncul dalam struktur karena tak ingin membaharui komitmen bersama atau tepatnya di bawah kontrol SBY," tandasnya.


Selanjutnya...
dibaca 1.212x
Halaman 1 dari 3
Top