alexa snippet

DPR ancam lakukan class action Menkes

DPR ancam lakukan class action Menkes
DPR ancam lakukan class action Menkes
A+ A-
Pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi yang menilai Rancangan Undang-Undang Pertembakauan (RUU Pertembakauan) dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atas desakan pengusaha rokok sebagaimana diwartakan beberapa media, dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap DPR.

Menurut Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratikno, Menkes berburuk sangka dan melecehkan DPR. Dari sudut pandangnya, dia menilai seolah-olah anggota DPR tenaga upahan atau pabrikan.

Hendrawan mempertanyakan logika yang dipakai Menkes. Apakah logika yang sama dipakai Menkes, bahwa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 terbit karena Menkes dapat bantuan dana dari asing?

"Apakah Menkes menjadi kekuatan komprador asing?,” tanya Supratikni, lewat rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (23/3/2013).

Menanggapi pernyataan Menkes, anggota Baleg lain, Poempida Hidayatulloh mengingatkan, agar Menkes hati-hati dalam mengkritisi DPR, karena DPR mempunyai imunitas dalam berpendapat. Sebaliknya, pernyataan seorang menteri yang salah dapat berdampak masalah hukum. “Yang jelas kebijakan Menkes adalah titipan asing,” tegas Poempida.

Menkes, lanjut Poempida seyogianya mempunyai visi yang seimbang dalam membuat kebijakan. Karena jika kebijakan dilandasi ketidakadilan, kebijakan tersebut dapat dikategorikan inkonstitusional.

“Dalam konteks ini, Menkes harus berhenti berwacana dan segera menyelesaikan berbagai masalah pelayanan kesehatan yang menjadi sorotan akhir-akhir ini,” ungkapnya.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan DPR melakukan langkah-langkah untuk mengingatkan Menkes? Poempida menjawab, jika sikap Menkes tidak juga berubah dan tidak menunjukkan sikapnya sebagai negarawati yang mengutamakan kepentingan masyarakat berdasarkan asas keadilan, DPR tidak akan segan-segan melakukan class action. “DPR bisa lakukan class action untuk ingatkan Menkes!,” ujar politikus Partai Golkar ini.

Program Tidak Tepat Sasaran Poempida mengatakan, Menkes semestinya memprioritaskan sasaran strategis program kesehatan sebagaimana dalam Rencana Kegiatan Program Kementerian.

"Misalnya, persiapan menyambut BPJS yang tidak boleh diremehkan oleh Menkes," ujar Poempida

dibaca 2.657x
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top